jelang-pernikahan

Wahai Perempuan! Ketika Kau Menikah, Tahukah Bagaimana Perasaan Ayahmu?

Sebuah pernikahan selalu menjadi momen yang sakral bagi siapa saja. Di hari pernikahan, perhatian semua orang sudah pasti akan tertuju pada kedua mempelai. Mengagumi betapa cantiknya dan tampannya mereka di hari bahagia sekali selama hidup ini.

Namun tidak banyak yang menaruh perhatiannya pada Ayah mempelai wanita. Di hari pernikahannya, Ayah merupakan orang yang akan melepas putri kesayangannya untuk hidup bersama orang lain. Putri yang ia rawat dari kecil, kini harus ia relakan untuk memilih jalan hidupnya sendiri bersama laki-laki yang menjadi pelabuhan terakhirnya.

Ayah bukanlah sosok manusia yang gampang meluapkan perasaannya, karena itulah terkadang kita tak paham betul dengan apa yang sebenarnya mereka rasakan di hari pernikahan putrinya. Antara berat untuk melepas anak perempuannya pergi dan bahagia melihat putri kecilnya tumbuh dewasa dan membangun rumah tangganya sendiri.

  • Meskipun Ayah sadar putrinya sudah bertumbuh dewasa dan akhirnya menikah, akan tetapi tiba-tiba Ayah justru merasa tidak siap untuk melepasnya

    Wahai Perempuan! Ketika Kau Menikah Tahukah Bagaimana Perasaan Ayahmu?
    Reyarifin.com

Mungkin pada saat menikah kita akan merasa sudah cukup dewasa untuk merasakan kehidupan kita sendiri dan memisahkan diri dari orangtua. Para orangtua, khususnya Ayah, tentunya sudah tau dari jauh-jauh hari jika mereka akan berpisah dengan anaknya.

Namun disaat hari pernikahan tiba, Ayah ternyata tak pernah sesiap itu. Ada hal yang baru ia sadari pada saat menyerahkanmu kepada laki-laki lain di dunia ini. Salah satunya, Ayah merasa belum cukup mempunyai banyak waktu berdua untuk dihabiskan bersama putrinya.

Tetapi kini tiba-tiba putrinya akan pergi setelah pernikahan digelar. Semuanya terasa seperti mimpi. Kadang Ayah berharap waktu bisa diputar kembali.

  • Air mata bukanlah teman baik laki-laki yang kuat seperti Ayah. Namun di momen pernikahan putrinya, ia tidak pernah kuasa untuk menahannya meskipun hanya di ujung mata

jelang-pernikahan
celahkota.com

Ayah merupakan orang dalam keluarga yang selalu berupaya untuk terlihat tegar. Ia akan selalu berusaha terlihat kuat untuk melindungi keluarganya. Tetapi di hari pernikahan putrinya, semua tiba-tiba menjadi sangat berbeda.

Tak hanya Ibu, Ayah merupakan orang yang juga tidak kuasa untuk menahan air mata. Meskipun hanya di ujung mata, selalu ada air mata haru di momen-momen melepas putrinya menikah dengan laki-laki pilihannya.

Ayah yang selalu terlihat tegar, Namun sebenarnya menyimpan perasaan

yang lembut. Saat harus menikahkan putrinya,

keharuannya tak lagi bisa dibendung.

  • Bagi Ayah, rasanya kamu masih seperti putri kecilnya dulu yang selalu minta dibelikan mainan. Namun kini waktu terasa cepat sekali berlalu

jelang-pernikahan
brilio.net

Ayah ingat betul bagaimana jari kecilmu menggenggam erat tangan kekarnya. Ayah tidak pernah lupa bagaimana rasanya menggendongmu kemudian menaikkan kamu di lehernya hingga kamu tertawa bahagia karena dapat melihat dunia dari tempat yang lebih tinggi. Itu yang Ayah ingat hari itu, kemudian dia sadar waktu sangat cepat berlalu dan mengambilmu begitu saja.

Bayangan tentang kamu yang dulu kembali merajai pikiran Ayah. Tak terasa, kini kamu sudah hampir meninggalkannya untuk hidup bersama orang lain. Bagi Ayah, waktu berjalan  sangat cepat.

  • Melihat menantunya, Ayah akan berpikir “Benarkah keputusanku memberikan putriku pada laki-laki ini?”

jelang-pernikahan
femalesia.com

Sosok kekasihmu bagi Ayah adalah orang asing, orang yang tidak ia kenal sebelumnya. Kekhawatiran tentang sebaik apa dia nanti menghidupimu pasti muncul di pikiran Ayah. Dia sudah merawatmu penuh kasih sayang sejak kecil dan kini ia harus menyerahkanmu para orang lain yang belum tentu sama baiknya saat merawatmu.

Namun Ayah selalu berusaha untuk ikhlas. Ia juga selalu mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa putrinya bisa bahagia dengan pria pilihannya. Tak ada yang lebih berharga bagi Ayah, selain melihatmu hidup bahagia dalam membangun bahtera rumah tangga.

  • Ada rasa ‘cemburu’ ketika melihat putrinya tertawa bahagia, setelah melihat laki-laki lain yang kini membawanya

jelang-pernikahan
hipwee.com

Bagimu ini adalah momen yang menyedihkan karena harus berpisah dari orangtua sekaligus momen yang membahagiakan karena pada akhirnya dapat hidup bersama orang yang kamu cintai dan mencintaimu. Tapi saat Ayah masih belum selesai dengan kesedihannya, ia harus melihatmu tertawa bahagia saat laki-laki lain itu menggandeng tanganmu. Ayah akan merasa sangat ‘cemburu’.

Ah ternyata ada laki-laki lain yang dapat membuat putriku jatuh cinta.

Kini aku bukanlah lagi lelaki satu-satunya di hatinya.

  • Tetapi, Ayah juga bangga dan bahagia  dapat mengantarmu sampai tahap ini dan berhasil melaksanakan tanggung jawabnya sebagai ayah dengan baik

jelang-pernikahan
brilio.net

Walaupun semua kesedihan itu nyata ada, Ayah pun akan tetap tidak lepas dari rasa bahagia. Ia juga merasa bangga karena merasa telah berhasil menjalankan tanggung jawabnya selama ini untuk menjagamu. Mengantarkanmu pada jenjang pernikahan merupakan penghargaan terbesar dalam hidup seorang Ayah, karena setelah ini kamu akan masuk ke jenjang kehidupan yang sebenarnya.

Ayah, seorang kekasih tak akan pernah dapat  menggantikan peranmu.

Cintanya padaku tak akan pernah bisa menyamai besarnya cintamu padaku.

Ayah, aku akan merindukanmu.

Leave a Comment