Pemuda Ini Berniat Mengkitbah Kekasihnya Namun Yang Terjadi Sungguh Mengharukan

Niat Mengkitbah – Seorang pemuda yang bernama Rizal berniat mengkitbah kekasihnya. Niat baiknya tersebut diterima dengan baik oleh kakanya. Kemudian kakanya tersebut bersedia menenemani adiknya untuk mengkitbahnya di majalengka.

Niat Khitbah

Dua minggu sebelum proses khitbah Rizal telah melangsungkan proses taaruf. Proses taaruf dengan kekasihnya pun berlangsung dengan sangat singkat. Dalam hati kami berdoa semoga kelak dimudahkan pula proses pernikahannya. Pada saat itu kami melakukan percakapan yang singkat.

“Apakah cincinnya sudah Rizal persiapkan?” tanya kakanya

“Sudah saya persiapkan mas” jawab Rizal

“Kamu sudah mantap dengan pilihanmu”

“In sya Allah mas sudah mantap”

“Kalo bisa setelah proses khitbah jangan terlalu lama. Maksimal 3 bulan saja.”

“Insya Alloh mas”

Untuk menyelenggarakan sebuah pernikahan, 3 bulan itu adalah waktu yang tak telalu cepat dan tidak juga terlalu lama. Tetapi jika hanya mau nikah saja pada saat itu juga bisa asalkan memenuhi syarat kedua calon mempelai, saksi, wali dan juga mahar pernikahan, saat itu juga dapat langsung dinikahkan.

Sebaik kakanya, saya berkesempatan menjadi wakil keluarga untuk menyampaikan niat baik dan mulia ini. Saya sampaikan bahwa kedatangan kami dengan membawa rombongan keluarga utama adalah untuk bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan keluarga.

Kemudian saya sampaikan pula maksud kedatangan kami adalah untuk mengkhitbah Umi Mukaromah untuk adik saya Ali Amrizal.

Sepanjang sejarah kehidupan saya, baru kali ini saya melamarkan orang lain untuk dijadikan istri adik saya. Kalau untuk menikahkan sudah pernah saya alami, waktu itu saya yang menikahkan adik perempuan saya yang bernama Nurmaulidianti. Meski sudah ada penghulu, saya sendiri yang menikahkan, rupanya saya sudah seperti orang tua saja, hahahaha.

Setelah menyampaikan maksud kedatangan kami, sesuatu yang tidak kami duga tiba-tiba terjadi. Kami diterima langsung oleh ayahnya. Beliau menyampaikan bahwa sudah melangsungkan proses taaruf, calon mempelai sudah saling mengenal satu sama lain, mahar pun sudah ada, saksi sudah ada dan kedua keluarga juga menyaksikan. Maka tidak ada lagi penghalang untuk segera melangsungkan akad pernikahan.

Alasan sang ayah dibalik itu adalah bahwa di zaman sekarang tidak ada yang bisa menjamin isi hati seseorang. Keliaatannya terpisah oleh jarak, fisik bisa jadi tidak berhadapan, tapi siapa bisa menjamin bisa terjaga dari kemaksiatan.

Baru lamaran saja dan belum halal seolah telah mempunyai segalanya. Demi menghindari fitnah demikian, sang ayah lantas langsung mengambil sebuah keputusan yang hebat sesuai syariat dengan langsung menikahkan putrinya saat di khitbah.

Karena sudah mantap, adik saya pun langsung mengiyakan saja. Akhirnya cincin yang sedianya akan dijadikan pengikat dalam prosesi khitbah dijadikan mahar. Ditambah ada uang tunai senilai 700 ribu sebagai tambahan mas kawin.

Kejadian ini memang tidak direncanakan sebelumnya. Betapa mudahnya islam, sampai-sampai urusan mahar juga begitu dimudahkan. Tak ada satupun dari kami menduga bahwa ternyata pada hari itu langsung terjadi akad nikah! Jika ada yang mudah kenapa harus dipersulit. Saya baru melihat bahwa ternyata proses pernikahan dalam islam sesederhana ini. Pada hari itu kami terharu sekaligus bahagia.

Akhir Kata

Semoga Allah senantiasa memberkahi kita semua. Semoga yang belum mendapatkan jodoh segera mendapatkan jodoh. Dan Semoga proses pernikahannya dipermudah serta bisa menjadi keluarga yang sakinnah, mawaddah dan wa rahmah.

Terimakasih sudah membaca artikel kami  Pastikan anda mendapatkan satu ilmu sebelum menutup halaman ini. Jika anda kembali ke web penulisngapak.com, kami pastikan anda akan mendapatkan ilmu yang lebih banyak dan lebih bermanfaat untuk anda dan orang-orang disekitar anda.

“Penulisngapak.com menulis untuk umat”