penulis ngapak

Karir Bisnis Online Part 2

Karir Bisnis Online Part 2

penulis ngapak

Menjalin Relasi Dengan Supplier.

Setelah modal kami sudah terkumpul agak banyak, dan karna suplier kami di jakarta, maka kami memutuskan untuk bersilaturahmi dengan suplier di jakarta. Kami berangkat ke jakarta hanya 2 orang, agar biaya transportasi tidak terlalu banyak.

Kami tiba dijakarta pagi hari sekitar jam 4.30 pagi, kami harus menunggu toko supplier buka, sedangkan toko itu buka sekitar jam 11.00 siang.  Sembari menunggu toko itu buka kami tiduran sebentar di masjid kecil di sekitar toko itu.

penulis ngapak

Bertemu dengan supplier.

Setelah toko supplier kami buka, kami langsung menghampirinya, karna dulu teman kami sudah kenal baik dengan supplier, ketika kami tiba disana supplier menyambutnya dengan baik. Sambil bersilaturami kami pun membeli mainan sebanyak 1 lusinan untuk kami bawa pulang dan jual kembali.

Transaksi Dengan Supplier.

Saya dan teman saya hanya sekali saja datang ke jakarta untuk membahas kerjasama ke depannya, setelah kemaren kami datang ke jakarta, transaksi kami selanjutnya hanya di lakukan via online. Kami transfer uang ke supplier, supplier kirim barangnya.

office-1209640_1280

Penjualan Produk Kami.

Di bulan-bulan pertama dan kedua, penjualan kami lumayan banyak, yang tadinya kami hanya menyetok produk 1 lusin, sekarang kami bisa menyetok produk hingga  3 – 4 lusin

Berencana Untuk Memiliki Toko.

Karna penjualan kami sudah lumayan agak banyak, kami bertiga berencana untuk mempunyai toko sendiri, namun setelah di perhitungkan biaya ini dan biaya lain-lain ternyata kami tidak memiliki cukup uang untuk mendirikan toko.

Salah satu diantara kami ada yang menjadi pemimpin, kemudian dia mengusulkan untuk berhutang kepada salah seorang temannya sebesar Rp. 10.000.000 untuk bisa mendirikan toko.

Kami pun melakukan diskusi.

Kalo saya pribadi tidak setuju dengan usulan berhutang untuk keperluan mendirikan toko, alasanya sederhana, takut tidak bisa melunasinya, dan alangkah baiknya kita tumbuh secara perlahan.

Namun teman saya satunya lagi setuju dengan usulan berhutang, saya tidak tau alasanya apa, namun dia setuju.

Keputusan Pemimpin.

Setelah berdikusi agak panjang, akhirnya pemimpin kami memutuskan untuk berhutang kepada temannya. setelah berhutang kepada temannya akhirnya kita mendirikan toko sendiri dan mengisi toko dengan produk yang banyak.

penulis ngapak

Penjualan Produk Setelah Berhutang

Di bulan-bulan pertama dan kedua penjualan kami naik drastis, kas kami lumayan agak banyak, toko tidak pernah sepi pengunjung. Namun saat itu juga kami melalaikan satu hal yang penting yaitu sistem bisnis.

penulisngapak
penulisngapak

Kelemahan Pada Sistem Bisnis.

Sejak dari awal kita menjalankan bisnis, kami khususnya saya, menyadari bahwa sistem bisnis kami lemah karna kami tidak pernah memikirkan hal itu.

Ada beberapa sistem yang menurut saya perlu di bentuk :

  • Sistem Pemasaran

  • Sistem Keuangan.

  • Sistem Bagi Hasil

Akibat Sistem Kurang Di Perhatikan.

Karna sistem yang kurang di perhatikan akhirnya teman saya berhasil memanipulasi keuangan bisnis kami. awalnya saya dan pemimpin tidak tau soal ini. Namun suatu hari saya menemani teman saya untuk menganterkan produk yang di pesan customer ke rumah.

Pada saat teman saya memberikan hasil penjualan ke toko, saya lihat ada uang yang masuk ke kantong pribadi. Semenjak kejadian itu terjadi dan berulang-ulang, saya merasa kondisi bisnis kami tidak beres. Akhirnya saya memutuskan keluar dari bisnis ini.

Keputusan Saya

Penulis Ngapak

Karna saya tau ada kecurangan dalam bisnis ini akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari bisnis ini dan mendirikan bisnis sendiri. Karna banyak kekurangan disana sini dan kekurangan dalam hal kejujuran, akhirnya bisnis mainan teman saya tutup dalam waktu sekitar 2 bulan setelah saya keluar dari sana.

Dan saya tetap melanjutkan bisnis mainan ini, dan alhamdulilah orderan yang saya dapatkan jumlahnya lumayan banyak dan profitnya juga agak banyak. Namun bisnis ini tidak bertahan lama, customer kami semakin sedikit dan harga produk semakin mahal. Dan akhirnya saya memutuskan untuk tidak berbisnis mainan lagi.

Baca Juga :  Karir Bisnis Online Part 3