Hakikat Kemunafikan

Hakikat Kemunafikan – Bismillaahirrahmaanirrahiim. Seperti yang kita tau bahwa orang-orang munafik lebih berbahaya dari orang kafir. Apabila orang kafir menyerang islam maka mereka menyerang secara langsung, sedangkan orang munafik mereka menyerang islam dari dalam dan berpura-pura baik dihadapan kaum muslimin.

Saking bahayanya orang-orang munafik ini, kali ini kita akan membahas tentang  Hakikat Kemunafikan. Semoga tulisan ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

 


Hakikat Kemunafikan


 

Nifak atau sifat munafik secara syariat mempunyai arti, “Menampilkan keislaman dan menyembunyikan kekufuran.”

Nifak ini terbagi menjadi 2 jenis:

🍂 Pertama Nifak I’tiqadiy (Munafik Besar) yakni menampilkan keislaman dan amal sholeh serta menyembunyikan kekufuran di dalam hatinya.

Nifak i’tiqadi ini terbagi lagi menjadi enam macam:

🍀 Mendustakan Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Salam

🍀 Mendustakan sebagian syariat-syariat beliau

🍀 Membenci Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Salam

🍀 Membenci sebagian syariat Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Salam

🍀 Senang apabila Islam hancur

🍀 Benci apabila Islam menang.

 

🍂 Yang kedua Nifak Amaliy yakni melakukan salah satu amalan-amalan orang-orang munafik. Seperti yang tertera di dalam hadits berikut ini,

آية المنافق ثلاث: إذا حدث كذب، وإذا وعد أخلف، وإذا اؤتمن خان

“Ciri-ciri orang munafik ada tiga macam, Apabila berbicara dusta, Apabila berjanji mengingkari, Apabila dipercaya berkhianat.” (HR. al-Bukhari)


Perbedaan Keduanya


 

👉🏼 Nifak I’tiqadiy mengeluarkan pelakunya dari Islam sedang Nifak Amaliy tidak sampai mengeluarkan.

👉🏼 Nifak I’tiqadiy mustahil (tidak mungkin) dilakukan oleh orang mukmin, sedangkan Nifak Amaliy mungkin saja dilakukan oleh orang mukmin.

 

Kita semua memohon kepada Allah Ta’ala agar kita terhindar dari sifat dan ciri-ciri orang-orang munafik.

Mudah-mudahan bermanfaat.

Leave a Comment