contoh-rensensi-buku Non Fiksi

Kumpulan Contoh Resensi Buku Non Fiksi yang Baik dan Benar TerLengkap

Contoh Resensi Buku Non Fiksi – Pernahkah kamu mendengar kata “resensi”? Kata resensi seringkali dipergunakan ketika seseorang sedang membicarakan sebuah buku ataupun tentang penerbitan novel.

Kata resensi sendiri berasal dari kata kerja didalam bahasa Latin yaitu revidere atau recensere atau yang artinya menilai, menimbang, atau melihat kembali. Dalam Bahasa Belanda istilah ini juga mempunyai arti sama yang dikenal dengan “recensie“, sedangkan didalam bahasa Inggris sudah biasa dikenal dengan istilah review. Ketiga istilah tersebut mengacu pada topik hal yang sama, yakni mengulas sebuah buku buku.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, resensi merupakan pembicaraan ulasan tentang sebuah buku. Isi yang ada didalam sebuah resensi novel ataupun buku ialah bahasan singkat dan jelas yang memberikan penjelasan dan sebuah pendapat mengenai novel atau buku tersebut.

Dalam meresensi sebuah novel atau buku berarti sudah menilai dan membicarakan kembali isi buku itu sesuai dengan pemikiran kamu. Sebenarnya menulis resensi bertujuan untuk memberikan informasi buku yang sudah diulas kepada masyarakat luas.

Selain itu, meresensi sebuah buku atau novel bertujuan untuk menyampaikan kepada pembaca mengenai sebuah buku yang dibuat penulis. Apakah buku atau novel tersebut mempunyai nilai lebih atau tidak.

Ada dua unsur yang wajib diperhatikan adalah unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik. Beberapa unsur intrinsik yang perlu diperhatikan adalah tema, penokohan, alur, gaya bahasa, amanat, dan latar.

Sedangkan yang termasuk kedalam unsur ekstrinsik antara lain latar belakang pengarang, pandangan hidup pengarang, dan situasi sosial.

Setelah kamu memahami apa saja unsur-unsur didalam meresensi sebuah buku ataupun novel, kamu akan dengan mudah meresensi sebuah buku atau novel. Dalam meresensi sebuah buku ada langkah-langkah yang harus anda ketahui antara lain :

Langah-langkah dalam Meresensi Sebuah Buku :

  1. Melakukan pengenalan atau penjajakan terhadap buku yang ingin diresensi
  2. Membaca buku tersebut terlebih dahulu secara menyeluruh, cermat, dan juga teliti
  3. Memberi tanda khusus pada bagian buku yang membutuhkan perhatian khusus sekaligus menentukan bagian-bagian mana yang akan dikutip sebagai data rujukan
  4. Membuat sinopsis atau intisari dari buku yang sudah dibaca
  5. Menentukan penilaian terhadap hal-hal berikut ini: organisasi atau kerangka dari penulisan, isi pernyataan, bahasa sesuai EYD, aspek teknis
  6. Merevisi dan Mengoreksi hasil resensi menggunakan kriteria-kriteria dan dasar- dasar yang telah anda tentukan sebelumnya.

Setelah mengetahui apa saja langkah-langkah dalam meresensi sebuah buku, untuk selanjutnya kami akan sajikan kepada anda beberapa contoh resensi buku.


Kumpulan Contoh Resensi Buku Non Fiksi Lengkap


  • Contoh Resensi Buku Non Fiksi Umum

contoh-rensensi-buku Non Fiksi

Identitas Buku

Judul : Tips & Trik Jago Main Rubik

Penulis : Wicaksono Hadi

Penerbit : Gradien Mediatama

Cetakan : 1, 2009

Tebal Buku : 184 halaman

Sinopsis :

Rubik adalah permainan puzzle mekanik yang berbentuk kubus yang memiliki enam warna yang berbeda-beda di setiap sisinya. Rubik untuk pertama kalinya ditemukan pada tahun 1974 oleh Profesor Erno Rubik.

Profesor Erno Rubik merupakan seorang pemahat dan arsitek yang  berasal dari Hungaria. Dengan waktu yang tidak lama, rubik membuat sensasi rasa Internasional. Setiap orang ingin mempunyai dan memainkannya.

Demam bermain rubik ini menjalar dengan baik pada anak-anak maupun pada orang dewasa. Ada sesuatu hal yang dapat memikat pada kubus kecil ini. Ia mempunyai sebuah konsep yang sederhana dan elegan, namun secara mengejutkan rubik sangat sulit untuk diselesaikan.

Satu per satu perlombaan tingkat lokal diselenggarakan untuk beradu cepat dalam menyelesaikan permainan rubik. Perlombaan tingkat lokal diantaranya American Rubik’s Cube Championship (November tahun 1981), United Kingdom Rubik’s Cube Championship (Desember 1981),  Canada Rubik’s Cube Championship (Maret 1982).

Puncaknya terdapat pada bulan Juni tahun 1982 untuk pertama kalinya diadakan Rubik’s Cube World Championship di Budapest, dimana semua orang dari berbagai penjuru negara dipertemukan dalam satu acara dalam permainan rubik.

Kejuaraan itu dimenangkan oleh pelajar yang berasal dari Negara Vietnam yang pada saat itu baru berumur 16 tahun dengan catatan waktu hanya 22,95 detik. Prestasi ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa sekali.

Permainan rubik mulai memudar menjelang tahun 1990-an. Dikarenakan orang-orang sudah terlalu kesal pada saat mencoba menyelesaikan permainan ini akan tetapi tak kunjung berhasil menyelesaikannya

Pada saat itu sebagian orang lebih tertarik dengan kehadiran video game elektronik. Akan tetapi hingga hari ini, lebih dari 30 juta rubik sudah terjual, dimana artinya permain ini menjadi permainan puzzle terlaris di Dunia sepanjang masa.

Dengan adanya akses internet, rubik akhirnya mulai bangkit kembali. Pada tahun 2000-an, tips, trik dan cara untuk dapat menuntaskan rubik bisa ditemukan di internet dengan begitu mudahnya. Demam rubik pun kini kembali melanda untuk kedua kalinya.

Puncaknya terjadi di tahun 2003, ketika perlombaan di Canada World Championship yang diadakan untuk kedua kalinya. Rubik dipandang sebagai permainan yang memiliki nilai positif, dan melatih motorik, dan daya ingat, serta mampu mendorong para pemainnya untuk menjalin komunitas dan berkompetisi secara sehat.

Kelebihan dan Kekurangan :

Kelebihan : Buku ini mempunyai banyak gambar yang menarik, penjelasannya lebih jelas dan terperinci, serta terdapat indeks untuk kata-kata yang sulit dimengerti.

Kekurangan : Masih terdapat beberapa kata-kata yang sulit untuk dimengerti dan tidak terindeks pada bagian indeks.


  • Contoh Resensi Buku Non Fiksi Cewek Smart


contoh-rensensi-buku Non Fiksi

Identitas Buku

Judul : Cewek Smart

Pengarang : Ria Fariana

Penerbit : Gema Insani

Kota Terbit : Jakarta

Terbit : Tahun 2008

Tebal : 200 halaman

Sinopsis :

Buku memang didesain untuk membantu para remaja perempuan agar bisa menyikapi permasalahan yang sedang terjadi disekitar kita. Buku ini juga mengupas tentang bagaimana menjadi seorang perempuan yang cerdas & mempunyai kepribadian yang baik sesuai dengan syariat Agama Islam.

Perempuan yang cerdas dan pintar sesuai syariat ialah seseorang yang mampu menggunakan kecerdasannya untuk menambah keimanannya. Perempuan cerdas tidak bisa diukur dari seberapa tinggi nilai di dalam raportnya.

Akan tetapi bagaimana caranya ia dapat menyelesaikan suatu permasalahan didalam hidupnya dengan tolak ukur tertentu yang penuh dengan tanggungjawab.

Secara umum, buku ini berisikan dasar-dasar untuk menjadi seorang perempuan yang sholeha. Bagaimana sih cara menjadi perempuan yang cerdas sesuai syariat agama islam ? Apakah perlu perempuan itu harus centil ?

Kita tidak perlu yang namanya pacaran. Semuanya bermuara pada sejumlah nasehat-nasehat sederhana dan praktis yang bisa membantu untuk menyikapi suatu permasalahan.

Buku ini dapat membantu menyadarkan para remaja perempuan untuk bersikap sesuai syariat. Dengan membaca buku ini, kamu bisa merenungkan mana yang patut untuk dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan.

Di buku ini terdapat banyak sekali kata-kata bijak seperti misalnya “Islam mendorong para perempuan untuk bisa cerdas agar ia tidak mudah untuk di bodohi oleh siapapun”.

Kelebihan dan Kekurangan :

Kelebihan : Bisa menuntun remaja perempuan zaman sekarang untuk hijrah ke jalan yang benar sesuai syariat. Buku ini menggunakan bahasa yang mudah sekali untuk dimengerti, karena bahasanya merupakan bahasa yang populer dan modern (Gaul). Cover buku ini juga sangat menarik dengan gambar kartun yang lucu dan penuh warna yang menambah nuansa keistimewaan buku ini.

Kekurangan : Penjual buku ini sangat sedikit dan gambar ilustrasi yang terdapat dalam buku ini masih bewarna hitam putih.


  • Contoh Resensi Buku Non Fiksi Singkat


contoh-rensensi-buku Non Fiksi

Identitas

Judul : Agar Menulis-Mengarang Bisa Gampang

Pengarang Buku : Andrias Harefa

Terbit : Tahun 2002

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Halaman : I-IX + 103 halaman

Sinopsis :

Aktivitas dalam menulis sering kali dikaitkan dengan bakat yang dimiliki seseorang. Tidak selamanya bakat dapat membuat aktivitas tulis menulis menjadi semudah dan selancar apa yang kita bayangkan.

Berulang kali para ahli menyatakan bahwa menulis merupakan pelajaran dasar yang sudah kita peroleh semenjak berada dibangku sekolah dasar dan bahkan di taman anak-anak.

Dengan kata lain, mengarang merupakan keterampilan ketika sekolah dasar. Akan tetapi, sering kali ketika kita hendak menuangkan ide-ide yang ada dalam otak kita ke dalam bentuk tulisan, kata “bakat” selalu dijadikan sebagai kambing hitam yang selalu dipersalahkan.

Mengarang bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Akan tetapi, juga bukan merupakan hal yang sulit untuk dapat dikerjakan. Jika komitmen senantiasa dijaga, maka proses ketika menulis dan mengarang akan menjadi lebih mudah.

Komitmen itu adalah berjanji pada diri sendiri bahwa saya akan menjadi seorang penulis yang hebat. So, menulis itu tidak perlu mempunyai bakat. Sebab bakat tidak lebih dari minat dan ambisi yang terus menerus dikembangkan.

Kelebihan dan Kekurangan  :

Kelebihan : Materi yang terdapat dalam buku ini memberikan semangat pada pembaca untuk bisa berkarya, yakni dengan cara menulis dan mengarang. Buku ini juga menyajikan ide-ide yang kreatif dan motivas-motivasi didalam proses belajar mengarang dan menulis.

Kekurangan : Secara implisit buku ini ditulis secara asal dan terkesan mahal.


  • Contoh Resensi Buku Non Fiksi Tentang Pengetahuan


Contoh Resensi Buku Non Fiksi

Identitas Buku

Judul : Pengantar Filsafat Pendidikan

Penulis : Drs. Uyoh Sadulloh, M.pd

Cetakan : II

Tebal : 183 halaman

Terbit : Tahun 2004

Penerbit : Alfabeta, CV

Sinopsis :

Pendidikan merupakan kegiatan yang banyak dilakukan oleh manusia yang mencakup semua pengalaman serta pemikiran manusia tentang sebuah makna dari pendidikan.

Pendidikan adalah suatu praktek dalam kehidupan, sama halnya dengan kegiatan-kegiatan lain. Seperti kegiatan agama, ekonomi, hukum, dan lain-lain.

Selain itu, kita sebagai manusia juga bisa mempelajari pendidikan secara akademik. Baik itu secara empirik yang sumbernya dari pengalaman seseorang, maupun dengan jalan perenungan.

Yang pertama disebut sebagai praktek pendidikan, sedangkan yang kedua disebut sebagai teori pendidikan.

Kelebihan dan Kelemahan :

Kelebihan : Buku ini mampu memberikan informasi tentang sumber nilai dan bagaimana cara manusia bisa memperoleh nilai itu karena pendidikan pada dasarnya tidak bisa dipisahkan dengan nilai.

Kekurangan : Buku ini kurang dalam memberikan pemahaman bagi para pembaca khususnya bagi pemula sehingga pesan yang mau diutarakan oleh pengarang tidak tersampaikan pada pembaca.


  • Contoh Resensi Buku Pemenang Di Atas Pemenang


contoh-resensi-buku non fiksi

Judul Buku: Pemenang Di Atas Pemenang
Penulis Buku: Ahmad Saiful Islam
Penerbit Buku: Elex Media Komputindo
Tahun Terbit Buku: 2013
Tebal Halaman Buku: ix + 202 halaman

Sinopsis Resensi Buku :

Buku ini membahas mengenai bagaimana cara seorang pemenang beraksi, bagaimana seorang pemenang berpikir, dan bagaimana cara seorang pemenang dalam menyikapi keadaan di lingkungan sekitarnya. Dimana masyarakat harus bisa merubah mindset, tidak hanya yang kaya yang bisa berkuasa, yang mempunyai harta bisa bebas membeli segalanya.

Namun masyarakat yang biasa bahkan golongan bawah juga bisa menjadi penguasa yang memiliki tahta dan harta. Karena dengan tekad dan juga usaha, kita bisa mencapai apa yang sedang kita inginkan. Kita juga harus berfikir out of the box . Apabila seseorang ingin meraih sebuah kesuksesan penting baginya untuknya keluar dari comfort zone (Zona Nyaman).

Dan tidak semua hal selalu dipandang ketika sudah menjadi sebuah hasil, kita juga membutuhkan latihan ekstra. Latihan itulah proses menuju kesuksesan, tidak ada satu pun manusia yang secara tiba-tiba dapat menjadi sukses tanpa melalui proses perjalanan yang panjang terkecuali mereka yang mempunyai latar belakang kekayaan berlebih.

Bayangkan apabila seorang David Beckam yang saat ini sudah sangat sukses didalam bidang olahraga sepak bola. Dalam proses latiannya dia selalu melakukan Free Kick sebanyak 700 kali setiap hari, proses itulah yang dapat membuat dia menjadi seorang pemain sepak bola yang hebat seperti sekarang.

Untuk menuju kesuksesan seseorang dirasa memerlukan penasihat untuk dirinya, namun tidak semua nasihat baik dan harus kita ikuti. Kita sendiri juga harus pandai menyikapi hal ini. Apakah nasehat yang diberikan orang lain itu baik untuk diri kita sendiri atau malah lebih baik memilih keputusan terbaik sendiri tanpa nasehat orang lain?

Di zaman teknologi yang semakin menjamur ini mengharuskan kita untuk berpikir lebih cerdas dan kreatif. Bagaimana cara menyikapi persaingan teknologi yang ada di lingkungan sekitar. Tidak hanya kreativitas yang dapat dituntut dalam menyikapi hal tersebut namun sikap ikhlas membuat kreativitas terus meningkat.

Ketika seseorang memulai sebuah perbuatan dengan ikhlas pasti akan ada penyelesaiannya. Di saat itu kita telah dapat menyikapi pertumbuhan dan perkembangan teknologi pada lingkungan sekitar. Kita pasti tahu kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk lingkungan sekitar. Setelah kita tahu apa kebutuhan tersebut tinggal bagaimana cara kita menyikapi hal tersebut dan mengembangkan ide untuk mengimplementasikannya.

Secara umum, buku ini membahas tentang dasar-dasar dari cara seseorang menjadi sukses. Mulai dari cara menyelesaikan permasalahan real pada kehidupan. Cakupan yang ada di dalam buku ini dapat diimplementasikan oleh semua kalangan mulai dari kalangan menengah kebawah, mahsiswa. Di Dunia ini ada banyak para pemenang namun masih banyak yang menjadi pemenang di atas para pemenang.

Pada bab tujuh ini anggaplah yang menjadi sebagai pemenang di atas pemenang itu ialah diri kita,

“Kalau Kita terlahir miskin bukan salah Kita, tapi kalau Kita mati miskin, itulah salah Kita”. So, Don’t give to live this life, there’s a will there’s a way .

ingatlah bahwa Allah berfirman dalam QS.13; AL-RA’AD ayat 11:

“sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka.”

Saya yakin dan percaya dengan adanya buku ini mampu menyadarkan para pembaca untuk selalu berusaha menjadi pemenang di atas pemenang, dengan membaca buku ini, kita dapat berpikir ulang mengenai masa depan.

Kelebihan dan Kelemahan Contoh Resensi Buku :

Kekurangan Buku: Ada beberapa penggunaan kata yang kurang tepat contoh “saat saya usia 21 tahun” sebaiknya menjadi “ saat saya berusia 21 tahun atau saat usia saya 21 tahun”, ada juga beberapa bahasa yang kurang dimengerti dan tidak ada footnote/catatan kaki.

Kelebihan Buku: Dapat memberikan motivasi kepada para pembaca, banyak gambar di dalam buku ini, covernya juga menarik minat pembaca, kertas dan cetakannya bagus dan menarik.


Contoh Resensi Buku Rangking 1st Bukan Segalanya


contoh-resensi-buku-non-fiksi

Judul : Rangking 1st Bukan Segalanya Bekal Memantik Sukses Sesungguhnya
Pengarang : Bambang Wahyudiono
Penerbit : Raih Asa Sukses
Tahun Terbit : Tahun 2012
Tempat Terbit : Jakarta
Cetakan ke : Pertama
Tebal Halaman : iv + 188 halaman
Editor Buku : Andriansyah
Desain Sampul : Yudi Haryanto
Ukuran Buku : p 20cm, l 14cm

Sinopsis Buku :

Pepatah latin mengatakan “NON scholae sed vitae discimus” apabila diterjemahkan artinya menjadi “kita belajar bukan untuk sekolah melainkan untuk hidup”.

Apabila ada orang yang mengatakan tugas utama dari mahasiswa yakni kuliah, saya masih bisa mempunyai satu pendapat. Akan tetapi saya kurang setuju bila dikatakan prestasi akademik tinggi maka otomatis akan menjadikan karier dari seseorang ketika di tempat kerja kelak juga tinggi.

Prestasi seorang mahasiswa adalah prestasi akademik (hard skills). Akan tetapi prestasi sebenarnya bukanlah sewaktu di kelas, sukses atau prestasi itu setelah selesai kuliah di dunia karir! Baik sebagai karyawan ataupun wirausaha.

Sukses di dalam dunia karir tidak ditentukan ketika kita mendapatkan ranking satu, cumlaude atau prestasi akademik lainnya, justru 90% ditentukan oleh soft skills. Keterampilan justru malah tidak maksimal diajarkan ketika berada di sekolah ataupun perguruan tinggi.

Ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan seseorang untuk memperoleh sukses. Ada orang-orang yang sukses dengan cara natural (alami) dan ada juga yang menggunakan dengan cara lain. Di dalam buku ini hanya menceritakan tentang bagaimana untuk sukses dengan cara yang bisa dipelajari melalui proses kematangan diri dan kematangan dalam berorganisasi.

Kematangan tak bisa diasah dari kegiatan menghafal sebuah pelajaran. Kematangan hanya bisa diperoleh dengan mempraktekkan secara riil terutama pada saat sedang di luar kelas, dalam kehidupan sosial, dalam berorganisasi dan lain sebagainya.

Untuk bisa menjadi seorang manajer tak cukup hanya jago dalam kemampuan teknis. Manajer juga wajib mempunyai skill menjadi leadership, kerjasama dan juga komunikasi yang baik serta skill mempengaruhi orang lain.

Buku ini berisi 6 bagian yang menyatu menjadi satu, dari kenyataan yang ada sampai bagaimana cara mengatasi berbagai persoalan-persoalan untuk bisa lolos ke tangga prestasi. Banyak sekali kisah nyata dan juga pendapat dari para ahli di bidangnya yang telah dikritisi dan diulas di dalam buku ini.

Termasuk apa yang sudah menjadi budaya di negeri ini. Semua itu hanya untuk mencari tau dan membuktikan apa kunci mereka yang sudah sukses lebih dulu.

Selagi masih menjadi seorang mahasiswa atau seorang pelajar, banyak sekali peluang yang bisa diasah sejak dini. Dunia ini layaknya anomali bagi yang tak mampu dengan rahasia hard skills dan softskills. Kedua skill ini harus dikuasi secara seimbang bagi mereka yang mau hidupnya menjadi orang sukses. Kuliah hanyalah sebagian kecil dari proses menuju kesuksesan, namun jalan masih sangat berliku-liku untuk meraih segalanya.

Pada bagian selanjutnya dimulai dengan penjelasan mengapa ranking 1 bukan segalanya : seorang pemimpin tak harus ranking 1, sukses dalam berkarier meski bukan di bidangnya, faktor soft skills dan hard skills, sistem pendidikan belum bisa maksimal. Ranking satu akan tetapi soft skills rendah identik dengan ketidaksuksesan.

Di bagian ketiga mengulas tentang bagaimana cara menentukan jalur karir : jika keliru memilih tempat kerja, menetapkan pilihan berkarier, menghalau hambatan diri dan memilih Sekolah Menengah Kejuruan serta meningkatkan kompetensi berkarier sampai jawaban sanggupkah saya berwirausaha.

Tuntutan dalam dunia kerja dimuat di bagian empat. Dimulai tips bagaimana proses dan cara lolos seleksi kerja, tuntutan dalam kompetensi profesi, referensi di dunia kerja, leadership dan team work, serta bagaimana penilaian prestasi dunia kerja yang dilakukan. Bagian ini diakhiri dengan bagaimana menjadi pribadi yang berpengaruh dan aneka tuntutan seorang wirausaha.

Sebelum masuk bagian enam penutup, disajikan juga bagaimana seharusnya yang merupakan inti dari how to buku ini yaitu pada bagian lima yang diawali dengan mengasah soft skills sewaktu sekolah atau kuliah, developt soft skills sebelum pensiun dari karyawan, mengubah paradigma, menyadari kesalahan berpikir, sukses modal spiritual, berpikir positif, terus belajar tanpa henti. Selama hayat masih dikandung badan (selama kita masih hidup kita wajib belajar)

Pada bagian akhir ada pernyataan, apa pun risiko jalan hidup yang akan terjadi, menjadi orang sukses atau tidak. Sisi positif seorang ranking satu sewajarnya menjadikan priibadi yang tidak mudah menyerah, tidak mudah frustasi dengan himpitan karier, daya mampu menghindari sikap hidup yang tidak produktif, pemalas dan tidak bertanggungjawab.

Satu lagi yang sangat berarti pada seorang yang pernah meraih ranking satu, yakni melekatnya budaya malu pada diri sendiri. Malu jika tidak dapat berbuat yang terbaik dibanding dengan orang lain atau malu apabila dianggap tidak berprestasi oleh yang menilai kita. Apa pun itu, sukses relatif lantaran penilaian oleh makhluk Tuhan juga. Sukses itu ialah setelah kehidupan dunia ini berakhir. Kehidupan baru dengan modal akhlak terbaik yang tergoreskan oleh diri kita sendiri.

Kelebihan Buku:

  • Terdapat True Story atau cerita nyata dari teman kerja dan pengalaman hidup penulis yang dapat memberikan motivasi kepada pembaca.
  • Ada banyak kalimat-kalimat inspiratif dalam buku. Kalimat-kalimat tersebut biasanya dicetak tebal.
  • Desain halaman yang menarik bisa membuat pembaca tidak jenuh untuk membaca buku ini.
  • Dengan bahasa yang santai dan tidak menggunakan banyak kata-kata kias membuat buku mudah utuk dipahami.
  • Di dalam buku ini juga terdapat penjelasan poin-poin penting dalam melamar kerja.
  • Dalam menjelasakan suatu opini, penulis selalu memapaparkan pula mengenai fakta-fakta yang ada dalam masyarakat, membuat pembaca semakin yakin dengan buku ini.
  • Lebih banyak menggunakan analogi-analogi sehingga memudahkan dalam pemahaman isi buku

Kekurangan Buku

  • Ada banyak penggunaan tanda baca yang salah.
  • Beberapa kata memakai istilah bahasa inggris sehingga bagi yang kurang mengerti bahasa inggris perlu menyesuaikan.
  • Gambar-gambar dan desain halaman hanya berwarna hitam putih

Akhir Kata

Demikian artikel mengenai Contoh Resensi Buku Non Fiksi yang Baik dan Benar Serta Lengkap, semoga bisa bermanfaat.

Terimakasih sudah membaca artikel kami tentang tContoh Resensi Buku Non Fiksi yang Baik dan Benar Serta Lengkap. Pastikan anda mendapatkan satu ilmu sebelum menutup halaman ini. Jika anda kembali ke web penulisngapak.com, kami pastikan anda akan mendapatkan ilmu yang lebih banyak dan lebih bermanfaat untuk anda dan orang-orang disekitar anda.

“Penulisngapak.com menulis untuk umat”

1 thought on “Kumpulan Contoh Resensi Buku Non Fiksi yang Baik dan Benar TerLengkap

Comments are closed.