Contoh Cerpen Tentang Persahabatan - Sewaktu SMA kami mempunyai cerita persahabatan sejati bagai kepompong di sekolah. Cerita sedih, bahagia, indah, cinta dan lain-lain berkumpul menjadi satu yang menjadikan itu sebagai sebuah kenangan. Semoga kumpulan cerita ini dapat memberikan manfaat untuk anda.

Contoh Cerpen Tentang Persahabatan Sejati Waktu Sekolah Di SMA

Contoh Cerpen Tentang Persahabatan – Sewaktu SMA kami mempunyai cerita persahabatan sejati bagai kepompong di sekolah. Cerita sedih, bahagia, indah, cinta dan lain-lain berkumpul menjadi satu yang menjadikan itu sebagai sebuah kenangan. Semoga kumpulan cerita ini dapat memberikan manfaat untuk anda.

Contoh Cerpen Tentang Persahabatan

Judul : Lelaki Terbodoh
Karya : Mutiara FK

Contoh Cerpen Tentang Persahabatan - Sewaktu SMA kami mempunyai cerita persahabatan sejati bagai kepompong di sekolah. Cerita sedih, bahagia, indah, cinta dan lain-lain berkumpul menjadi satu yang menjadikan itu sebagai sebuah kenangan

Di sisi sebuah gedung, tempat di mana manusia-manusia dengan atribut eksekutif berlalu lalang, namun, di sudut yang paling sepi di keramaian itu, ia berdiri di bawah bayang-bayang tiang listrik yang sama kurus dengan tubuhnya. Sesekali, ia membenahi posisi kaca mata tebalnya, lalu mengernyitkan dahi. Peluh mulai bercucuran. Seraya menggaruk bokong tipisnya ia melirik jam tangan, lalu membenahi posisi kaca mata, kemudian menggaruk bokong tipisnya lagi, dan … begitulah seterusnya.

Setelah puas menertawakannya di dalam hati, aku putuskan untuk menghampiri pria cungkring bodoh itu.

“Jim bodoh! Sudah berapa lama kau berdiri di situ?”

Jim terkesiap. “S-sophie!? A-aku ingin mengajakmu makan. Aku masih ingin mengobrol dengan kamu.”

“Kalau yang ingin kau bicarakan masih hal yang kemarin, lebih baik kau pulang!”

“Sophie … ayolah! Sudah dua jam aku nunggu kamu di sini. Sampai kapan pun aku tak akan menyerah. Ini tak main-main Soph. Ini perkara hati. Tolong kamu mengerti ….”

“Sudah kubilang, itu bukan urusanku!”

“Soph, kita selalu bersama sejak Tk. Aku yakin kita saling memahami. Kita hanya perlu bicara dari hati ke hati.”

“Sudahlah, Jim! Sebaiknya kau pergi. Karena … percuma, aku tak akan berubah pikiran. Kau … masih sahabat terbaikku, kan?”

“Tapi bagaimana dengan perasaan ini?”

“Sudahlah, Jim! Mana mungkin aku membiarkanmu menjadi ayah tiriku!”

Hening.

“Tapi … aku benar-benar mencintai ibumu!”

‘Tapi aku benar-benar mencintaimu sejak dulu, Jim bodoh’, gumamku dalam hati. Ahh! Realita ini terlalu kejam. Aku yakin, seratus persen aku lebih muda dan cantik dari ibuku. Hampir semua laki-laki di kantor pernah mengutarakan perasaan sukanya padaku. Tapi Jim ….

“Dasar Jim bodoh!” Kulempar botol air mineral ke arah Jim yang tengah berbalik menghampiri sepedanya. Hhhh ….

Contoh Cerpen Tentang Persahabatan

Judul : Dendam Kesumat
Karya : Park Rustan Ji Hoon
Contoh Cerpen Tentang Persahabatan - Sewaktu SMA kami mempunyai cerita persahabatan sejati bagai kepompong di sekolah. Cerita sedih, bahagia, indah, cinta dan lain-lain berkumpul menjadi satu yang menjadikan itu sebagai sebuah kenangan
Sofy terus membawa tubuhnya ke arah kamar mandi. Mulutnya ditutup telapak tangan. Menubruk pintu kamar mandi dengan tubuhnya. Pintu terbuka dan Ia segera menyerbu kloset.
“Huek! Huek!!!”Beberapa orang yang berada disana menjerit ketakutan. Mereka melihat Sofy mengeluarkan isi perutnya yang sudah dipangkal lidah. Tapi tak hanya itu, telapak tangan nya dipenuhi darah. Menitik hingga memenuhi tubuhnya.
Mereka pun lari kalang kabut, keluar dari kamar mandi itu. Sofy yang telah menggelepar di ubin lantai kamar mandi ternyata mengundang sosok wanita misterius berbaju putih.
Berkaca mata hitam. Wajahnya polos. Putih-seputih kertas. Sosok itu tersenyum licik ke arah Sofy yang menatap sendu dirinya. Tatapan nya seolah memunggungi sesuatu. Beku pada satu titik saja. Wajahnya datar dan segera menggelegarkan pintu kamar mandi. Menguncinya lalu hilang.
Sofy berusaha menghentikannya, namun Ia sudah terlambat. Kepalan tangan nya meronta ingin keluar. Menjerit seakan baru pertama kali. Suaranya terdengar parau, bersama gaun putih yang berubah warna akibat darah. Ia terus menjerit. Hingga-hingga tenggorokannya kering.

Kini, sosok itu mengawasi Sofy dari jauh. Memaparkan kebencian yang telah mengendap di otak dan fikirannya, bercampur aduk dengan kepedihan. Hal itu malah membuat semakin parah. Kebencian dan kepedihan bedanya memang tipis, tapi kalau keduanya bercampur akan mengubahnya menjadi dendam yang gawat.

“Kau harus merasakan akibat dari perbuatanmu. Sakitku, deritaku, tangisku, jeritanku akan kau rasakan. Hah … mulai detik ini, nyawamu bergantung padaku.” Papar sosok itu. Dia tertawa keji, lalu pergi setelah Sofy berhasil keluar dari kamar mandi. Kepergiannya senyap tak berbekas.

Sofy melihat kembali sosok itu. Jiwa nya semakin takut. Hidupnya telah di ujung tanduk. Membuatnya segera memeluk Lucas.

“Tenang Sof, Aku ada disini.” Lucas menjelaskan.
Sofy semakin mempererat pelukannya, “A … aku takut. An … Anna yang melakukan semua ini kepadaku. Di … dia masih hidup.” Jawabnya terbata-bata.

“Bagaimana mungkin Sof? Anna telah tiada. Dia sudah meninggal setahun yang lalu. Jadi mana mungkin dia hidup kembali,” sanggah Lucas dengan pasti. “Dan coba pikirkan sekali lagi. Dia hidup untuk menerormu? Tidak masuk akal,kan? Kau sahabatnya, dia tak mungkin meneror sahabatnya sendiri. MUSTAHIL!”
“Tapi Lucas….”

“Tapi apa? Cukup omong kosongmu. Itu hanya akibat kau kebanyakan minum malam ini.” Jelas Lucas.

Pria yang terkenal sangat ramah itu segera menuntun Sofy keluar dari kamar mandi. Berjalan menggendongnya masuk ke dalam lorong. Menyusuri seolah tak ber-ujung. Lucas mendesah kecil saat ia telah hadir dihadapan pintu.

Lucas berpaling, “Sof, Masuklah! Kau akan tenang dalam apartemenku.” Lucas menurunkan Sofy dengan lembut.

“Kau….. kau mau kemana?” tanya Sofy yang masih merasa ketakutan.
“Aku mempunyai urusan di luar. Masuklah dan tenangkan dirimu,” Lucas menatap Sofy lekat-lekat. Namun Sofy terlihat ragu-ragu. “Tidak apa-apa. Percaya padaku. Oh Iya, soal kamar mandi. Jangan coba-coba mendekati ruangan itu. Yah … kau tahu lah sendiri. Kamar mandiku sedikit menyeramkan. Ok, aku pergi dulu. Baik-baik yah Sof!” Lucas mengecup kening Sofy dengan lembut. Wanita itu tersenyum dan ketakutannya sedikit menguap. Ia lalu menghilang bersama ayunan pintu kayu yang nampak usang.
Sofy masuk, segera menyalakan lampu di setiap ruangan apartemen Lucas. Kecuali kamar mandi. Area yang dilarang oleh si tuan rumah. Dia kemudian menghempaskan tubuhnya ke sofa lavender, yang tepat berada disampingnya. Duduk sembari mengurut dada. Dia terus mengingat kecupan Lucas hingga wajahnya tersipu malu dan tersenyum sendiri.

Tanpa diduga sebuah rak berukuran medium menjatuhkan sebuah album biru. Seakan-akan mengundang Sofy untuk melihat isinya. Betul saja, tanpa ragu-ragu Sofy melangkah ke arah rak itu. Rak tersebut sudah terlihat lapuk dimakan masa. Beberapa buku bersarang di setiap barisnya. Diantaranya telah usang. Sofy mengambil album biru itu, lalu membuka halaman pertama.”Foto ini! Ini kan aku, Lucas, Anna, dan Dara. Kami lengkap? Kapan aku dan mereka berfoto lengkap? Aneh!” Sofy mulai membuka halaman kedua. Namun disetiap foto yang terpampang di halaman berikutnya, orang yang berada bersama Sofy hilang satu persatu.

Hingga akhirnya Sofy dikejutkan dengan lambaian foto dihadapannya. Ia ragu untuk menatap foto itu. Matanya memicik dan meraih foto tersebut.
BRUUUKK!
Ia terkejut lalu membuang album biru itu bersama sehelai foto. “OH MY GOD! An…. Anna. In… ini foto Anna. Bagaimana mungkin? Ini tak masuk akal.”
Sofy kembali mengingatnya.
※※※
Keempat wanita itu tiba-tiba mengejar Anna.”Bagaimana nih? Si Anna kabur!” seru Teresa. Peluh mereka mengalir deras.

“Okey, kalau begitu kita pencar. Wika, kamu ke arah samping kiri! Teresa, kamu ke kanan! Aku lurus ke depan. Cepat!”

Mereka berpencar. Suara ranting patah dan langkah kaki yang berlari terdengar sana-sini. Cahaya senter menyilang-nyilang di kegelapan. Dari kejauhan, Sofy melihat tubuh terseok-seok. Sofy segera menangkap tubuh itu yang segera berontak. Gadis itu menjerit-jerit.

“Lepaskan aku Sof! Kenapa kamu jahat sama aku? Sebenarnya salah aku apa?”

“Kamu masih nanya apa salah kamu. Denger yah, kamu udah ngambil semua sahabat aku. Kau tahu sendiri kan Lucas dan Dara adalah sahabat karibku. Sejak kamu datang mereka berubah dan lebih perhatian sama kamu dibandingkan aku. Istimewa kamu apa, HAH? MENDING KAMU MATI AJA DI HUTAN INI!”Sofy langsung meraih seutas tali, mengikat tubuh Anna pada batang pohon besar, meraih pisau dalam sakunya dan memainkan nya ke wajah Anna.

“Sofy … please! Lepaskan aku, Jangan bunuh aku. Tolong!” Anna merintih.
Sofy sekarang memainkannya ke leher Anna, “Kasihan yah … tapi aku lebih patut di kasihani! Aku sendiri. Aku iri melihatmu. Dan sudah kuputuskan kematianmu Malam ini.” Sofy merobek pusar Anna dengan pisau. Tersenyum bahagia tapi dengan amarah yang begitu dalam.

CEKREK!!!
Suara kamera tiba-tiba berbunyi. Sofy tersadar dan segera meninggalkan Anna yang terikat tak bernyawa.
※※※
Kini kematian itu datang kepada nya. Malam ini juga!
Lampu terpadam, aura gelap gulita datang menyapa Sofy dalam apartemen itu. Ia berlari tak tentu arah. Sesekali sebuah tangan mendorongnya hingga terpental jatuh ke lantai. Alih-alih Ia malah masuk ke dalam kamar mandi. Ruangan terlarang di apartemen Lucas. Lampu menyala di ruangan tersebut. Sofy tersadar dan segera keluar. Namun tangannya terlambat, pintu tertutup cepat. Terkunci dibaliknya.

“TOLONG!” serasa percuma Sofy menjerit. Ia hanya sendiri. Tanpa siapapun di apartemen Lucas.

Seketika hawa dingin segera saja menggigiti tulangnya. Pandangannya terpojok pada cermin di sampingnya. Ada sebuah kalimat ditulis dengan font besar. Kalimat itu seperti ditulis dengan amarah yang begitu membara. Karena diukir menggunakan darah. Seperti ada dendam kuat saat ditulis.

Sofy tercekat, Ia tiba-tiba sulit menelan ludah. Dengan sangat lirih, ia membacanya dengan terbata-bata. Begitu lirihnya hingga nyaris di batin.
“SE … LA … MAT … TINGGAL … PEMBUNUH!”

Sofy berteriak heboh. Lampu mulai berkelap-kelip entah mengapa. Kakinya mulai melangkah mundur, ke arah bathtub yang memunggungi nya. Menutup tirai, dan segera meringkuk gemetaran. Berharap Ia akan baik-baik saja di dalam sana. Namun sesuatu tiba-tiba menetes diatas kepalanya. Terasa kental dan memiliki kehangatan yang aneh. Tampak seperti setitik darah segar.

Ia menoleh keatas, namun tak terlihat apa-apa. Saat Sofy mulai menatap kedepan, Ia menjerit sekuat tenaga. Sesosok makhluk berjubah hitam maju ke arahnya, menggenggam sebilah pisau cincang. Cairan kental merah memenuhi pisau itu. Hingga sosok itu berhenti tepat pada tubuh Sofy, sekitar sejengkal lagi. Ribuan belatung jatuh melalui shower. Menimpa tubuhnya yang beku akibat ketakutan akut.
※※※
Lucas berlari masuk ke apartemen nya dengan tergesa-gesa. Mencemaskan Sofy yang berada di dalam sana. Saat Ia menyalakan lampu, terlihat apartemen Lucas begitu terbengkalai bak diobok-obok oleh seseorang.”Sof…. Sofy?” ucapnya begitu lirih.Lucas langsung curiga pada kamar mandi. Membuat dirinya segera bergegas kearah sana. Masuk dengan terkejut, menatap Sofy tak bernyawa. Mulutnya terbelah hingga melewati batas. Matanya memutih dan tubuhnya bersimpah darah, akibat belatung mengulitinya. Lucas mulai melangkah maju. Ia mengambil sebatang rokok dan menyulutnya, tertawa terpingkal-pingkal dihadapan mayat Sofy seolah-olah masih bernyawa.Lucas menjatuhkan rokoknya, “Wanita ini sungguh bodoh!” ia masih tertawa. “Dia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bodoh!”Tiba-tiba seorang wanita masuk dan menepuk pundak Lucas.Lucas berbalik, “Eh ternyata kamu. Lihat dia sekarang. Wanita pembunuh itu telah membalaskan kematian Anna.” Lucas melanjutkan ucapannya. “Gara-gara dia, kebahagiaan kita dulu musnah.”

Wanita itu maju. Menampakkan semburat senyum bahagia. Menatap Sofy dengan perasaan keji, “Lucas, aku bahagia atas kematiannya. Kau berhasil membuatnya mengikuti permainanmu, hingga sampai pada GAME OVER! Dia juga tak mengetahui kau dalang semua ini.” Papar sosok yang bernama Dara tersebut.
“Sudah kubilang wanita ini tak berotak. Dia mengira hanya mereka bertiga yang tahu kasus kematian Anna. Tapi tidak, aku sengaja memotretnya dan menyuruhmu untuk berpura-pura menjadi Anna. Jadi, dia akan tahu kesalahannya sendiri.” Jelas Lucas dengan iringan senyum yang teramat licik.
Prok! Prok! Prok!

Dara bertepuk tangan, “Kau hebat!” Ia lalu memeluk tubuh Lucas. “Dan selanjutnya kita beralih ke pembunuh kedua. TERESA!”Mereka berdua lalu keluar. Mengunci pintu dengan iringan tawa mereka. Menghilang bersama dendam kesumat. Dendam yang akan segera terbalaskan.

…….TAMAT…….

Contoh Cerpen Tentang Persahabatan

Judul : Kesibukan yang Membunuh
Karya : Ahmad Yusuf Abdurrohman
Contoh Cerpen Tentang Persahabatan - Sewaktu SMA kami mempunyai cerita persahabatan sejati bagai kepompong di sekolah. Cerita sedih, bahagia, indah, cinta dan lain-lain berkumpul menjadi satu yang menjadikan itu sebagai sebuah kenangan
Dalam aktivitasnya sehari-hari, setiap orang pasti memiliki kesibukannya masing-masing. Coba bayangkan, dalam dua puluh empat jam terkadang seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan berbagai macam aktivitas yang penting baginya.

Bahkan, sebagian orang hanya beristirahat beberapa jam saja dalam sehari.Begitulah yang menjadi realita saat ini. Bahwsanya seseorang terlalu tenggelam dalam kesibukannya dan melalaikan apa yang seharusnya ia perhatikan pula dalam hidupnya di dunia ini.Bisa jadi, diri kita juga termasuk orang-orang yang tenggelam dalam kesibukan dan melupakan beberapa hal penting dalam hidup kita. Sebelum semuanya terlambat, marilah kita sedikit nerenung dan bertanya pada diri, “Apakah diriku termasuk orang yang sibuk dan melupakan hal penting dalam kehudupan ini?

Ketahuilah, Kawan. Sesungguhnya, tubuh kita memiliki hak untuk beristirahat sejenak dari kesibukan yang menyiksa.

Begitu pula dengan orang-orang yang ada di sekitar kita.
Coba kita bertanya juga pada diri kita masing-masing, “Lebih banyak manakah waktu yang kita habiskan di luar rumah dibandingkan apa yang kita habiskan di dalam rumah?Seorang teman juga pernah berpesan ketika saya terlalu sibuk dan banyak pergi karena berbagai macam acara, “Mas, jangan sampai kesibukanmu di luar semisal mengikuti berbagai macam kegiatan organisasi menjadikanmu tak ada waktu lagi untuk keluarga.”

Ya, begitulah kenyataannya. Banyak orang yang disibukkan oleh berbagai hal sehingga waktu untuk keluarga tidaklah .maksimal.

Dan yang akan kita bahas selanjutnya adalah tentang orang lain yang nungkin akan merasa kegilangan saat kita sedang sibuk sendiri dengan kegiatan pribadinya.

Saudara seiman, adalah saudara yang terikat dengan kita dalam ikatan benang-benang ukhuwah. Dan sudah tentu, mereka juga punya hak untuk membersamai kita. Namun, padatnya aktivitas yang bahkan terkadang kita sampai membuat jadwal karena saking padatnya, terkadang menghalangi diri ini untuk bisa menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk saudara seiman kita.

Coba kita tanyakan pada diri ini, “Sudahkah hari ini kita nenyapa saudara seiman kita. Walaupun hanya dengan ucapan salam melalui pesan?”

Sudah berapa orangkah yang ketika mereka tak terlihat, kita dengan penuh cemas mengetik pesan padanya dan bertanya, “Apa yang terjadi padamu? Mengapa hari ini dikau tak hadir?” Dan pertanyaan lain yang semisal dengan ini.

Jika tak bisa terjawab, cobalah kita menengok kembali ke dalam diri kita, “Seberapa sibukkah diri ini, sehingga tak ada waktu sekedar lima menit untuk menanyakan kabar teman-teman yang dahulu seringkali membersamai kita?”

Itulah yang saya sebut dengan sibuk yang membunuh. Mengapa disebut sebagai sibuk yang membunuh?
Karena kesibukan yang seperti ini bisa membunuh ikatan ukhuwah yang susah payah kita tumbuhkan dalam diri.

Bukankah ikatan ukhuwah yang dahulu kita rajut adalah ikatan yang sulit untuk dibuat? Relakah ia hilang karena diri ini terlalu mementingkan kesibukan dan aktivitas kita?

Ada seorang teman bercerita, “Sekarang sahabat saya sudah ngga kenal lagi sama diriku.”

“Mengapa?” tanya saya padanya. “Bukankah kalian berdua dahulu sangat dekat?”

“Dia ngga ada waktu buatku. Dia terlalu sibuk dengan kegiatannya sendiri.”

Nah, tentu kita tak ingin mengalami hal semisal ini, kan?

Cobalah kita luangkan sedikit waktu yang kita miliki untuk minimal menyapa para saudara seiman kita.
Dan jangan sampai kesibukan kita menjadi kesibukan yang membunuh ikatan ukhuwah yang pernah tumbuh dan berbunga di antara kita. ^^

Akhir Kata

Demikian artikel mengenai Contoh Cerpen Tentang Persahabatan, semoga bisa bermanfaat. Jika anda membutuhkan artikel tentang contoh cerpen atau puisi silahkan cari di website ini.

Terimakasih sudah membaca artikel kami tentang Contoh Cerpen Tentang Persahabatan. Pastikan anda mendapatkan satu ilmu sebelum menutup halaman ini. Jika anda kembali ke web penulisngapak.com, kami pastikan anda akan mendapatkan ilmu yang lebih banyak dan lebih bermanfaat untuk anda dan orang-orang disekitar anda.

“Penulisngapak.com menulis untuk umat”

Tinggalkan komentar