Contoh cerpen tentang pendidikan - Setiap membuat cerita singkat seharusnya pembaca dapat mengambil pesan moral walaupun cerpen tersebut disajikan secara lucu. Pembentukan karakter dalam sebuah cerpen juga penting agar pembaca dapat merasakan dan ikut terbawa emosinya kedalam cerita.

7+ Contoh Cerpen Tentang Pendidikan Terbaru, Singkat dan Berkarakter

Contoh cerpen tentang pendidikan – Cerpen tentang pendidikan merupakan hal penting karena kita dapat mengambil pelajaran dari sana. Pembentukan karakter dalam sebuah cerpen juga penting agar pembaca dapat merasakan dan ikut terbawa emosinya kedalam cerita.

Dalam artikel contoh cerita pendek tentang pendidikan ini semoga anda dapat mengambil pelajaran atau ilmu. Cerita pendek yang disajikan dapat dinikmati oleh kalangan smp, smk, mahasiswa atau dewasa. Semoga cerpen singkat ini dapat membentuk persahabatan antara kita #Uhukk.

Contoh Cerpen Tentang Pendidikan

Karya : Fitrah Ilhamia
Judul : Matematika Kehidupan

Contoh Cerpen Tentang Pendidikan
2 pangkat 2 = 4 –> (nilai akhir makin besar)

2 pangkat 3 = 8 –> (nilai akhir makin besar)

2 pangkat 4 = 16 –> (nilai akhir makin besar)

Sekarang perhatikan ini…

1/2 pangkat 2 = 1/4 –> (nilai akhir makin kecil)

1/2 pangkat 3 = 1/8 –> (nilai akhir makin kecil)

1/2 pangkat 4 = 1/16 –> (nilai akhir makin kecil)

Dari sini dapat kita simpulkan:

Angka yang utuh (contoh: 2) jika dipangkatkan dengan angka yang makin tinggi akan bernilai makin besar. Sebaliknya, angka yang tidak utuh atau pecahan (contoh: 1/2) jika dipangkatkan dengan angka yang makin tinggi, nilai akhirnya malah jadi semakin kecil.

Lalu apa hubungannya dengan kehidupan?

Orang yang utuh keimanan dan keilmuannya, jika diberi pangkat (jabatan) makin tinggi, maka ia akan menjadikan lingkungan, organisasi, perusahaan, atau bahkan negara yang ia pimpin, makin bertambah besar dan melesat maju.

Sedangkan orang tidak utuh keilmuannya, bobrok imannya, bila diberi pangkat makin tinggi, maka ia akan membuat segala sesuatu yang awalnya bernilai besar menjadi semakin kecil, dan terus mengalami kemunduran.

Maka benarlah jika Rasul mulia pernah bersabda, “Jika kalian menyerahkan suatu urusan kepada orang yang bukan ahlinya, maka bersiap-siaplah kalian akan datangnya hari kehancuran.”

Contoh Cerpen Tentang Pendidikan

Karya : Fitrah Ilhami
Judul : Sandal Jepit dan Jomblo

Contoh Cerpen Tentang Pendidikan

Pada suatu siang di kantor, Toyib mendengar suara tukang bakso lewat. Karena lapar, Toyib segera membereskan pekerjaannya, lalu keluar kantor.

“Bang, beli baksonya!” teriak Toyib karena jarak tukang bakso sudah cukup jauh dari kantor. Si tukang bakso menoleh. Toyib melambaikan tangan, menyuruh tukang bakso berhenti.

Merasa ribet kalau harus pakai sepatu, si Toyib langsung membawa sandal jepit Joni, teman sekantornya, memakainya menuju gerobak bakso.

Toyib pun makan bakso.

***

Sekilas, cerita di atas biasa saja. Tak ada kesan. Flat. Datar. Gak ada konflik. Bikin mules. Namun, jika kita cermati ada kesalahan mendasar yang dilakukan Toyib saat beli bakso itu. Bukan, bukan karena Toyib makan bakso tapi gak mau bayar, melainkan Toyib sudah melakukan Ghosob.

Apa itu Ghosob?

Ghosob adalah membawa atau memakai barang milik orang lain, namun tidak ijin pada yang punya. Ghosob berbeda dengan mencuri. Kalau mencuri jelas, si pembawa barang punya niatan untuk tidak mengembalikan barang tersebut, tapi ghosob niatannya hanya pinjam, nanti barang itu dikembalikan lagi oleh si pembawa. Namun menurut agama, Ghosob adalah terlarang, dosa. Dan tokoh Toyib pada cerita di atas sudah memakai sandal tanpa ijin Joni.

Loh, cuma pinjem, toh gak dicuri. Kok bisa dosa?

Pinjam boleh, tapi kalau tidak ijin itu tetap Ghosob namanya, dosa.

Kalau ada yang bilang, “Kan cuma pinjam? Toh nanti dikembalikan, punya teman juga, ngapain pakai ijin.”

Itulah hebatnya Islam. Agama ini mengatur semua sendi kehidupan sampai hal yang paling kecil. Agama ini adalah agama yang manusiawi. Agama ini menomor satukan perasaan orang lain.

Jika si pemilik tiba-tiba membutuhkan barang itu dan tiba-tiba tidak ada karena sudah dibawa tanpa ijin oleh orang lain, bagaimana perasaan si pemilik? Pasti bingung kan? Nah, itulah yang tidak diperbolehkan dalam Islam. Tidak boleh membuat orang lain susah, sekecil apa pun.

Lalu ada jomblo yang tanya, “Kalau ada perempuan yang sudah membawa hatiku tanpa ijin dariku dulu, berarti dia sudah meng-ghosob hatiku dong? Dia dosa berarti.”

Oh, bisa jadi. Makanya, biar si dia tak terus-terusan menanggung dosa, segeralah datangi orang tuanya, bilang kalau anak perempuannya sudah meng-ghosob hatimu, dan sekarang kamu ingin mengambil hati itu lewat lamaran.

Semoga lamaranmu diterima ya, Mblo.

Saat Membaca Contoh Cerpen Tentang Ibu. Ternyata Selama Ini Aku……..”]

Contoh Cerpen Tentang Pendidikan

Karya : Fitrah Ilhami
Judul : Mati Gak Keren

Contoh Cerpen Tentang Pendidikan
Berita tentang lelaki yang meninggal dunia setelah tersedak tulang ayam saat mengikuti lomba makan cepat ayam goreng tempo lalu membuatku berfikir, benar juga ya perintah Nabi Muhammad agar manusia tidak makan dengan tergesa-gesa. Bahkan kata Nabi, “Bila seseorang mendengar kumandang adzan namun makanan sudah dihidangkan, maka hendaklah ia mendahulukan makan terlebih dahulu.”

Perintah tersebut disampaikan agar kita santai melahap makanan. Ketika makan, Nabi selalu mengunyah makanannya tak kurang dari 35-40 kunyahan sebelum ditelan. Dan setelah diteliti, makanan yang dikunyah lama memang lebih menyehatkan usus manusia.

Selain itu, tidak terburu-buru makan dapat membuat kita keren saat hari akhir nanti.

Contoh, andai pas waktu dihisab nanti kita ditanya sama Allah:

“Wahai hamba-Ku, dulu kamu mati ketika melakukan apa?”

“Ya Allah, aku mati saat berjihad di jalan-Mu.”

“Keren. Masuklah kamu ke dalam Surga.”

“Kalau kamu?” kini orang kedua ditanya.

“Kalau aku mati ketika mencari nafkah untuk keluargaku, Ya Allah.”

“Wuih, keren banget! Ini baru hamba-Ku yang shalih. Masuk Surga.”

“Sekarang kamu. Kamu dulu mati karena apa?” tanya Allah pada orang ketiga.

Orang ketiga jawab jujur, ” Kalau aku sih matinya karena keselek tulang ayam, Ya Allah.”

Gak keren kan? Makanya slow aja kalau maem.

Contoh Cerpen Tentang Pendidikan

Karya : Fitrah Ilhami
Judul : Rahasia Dapur

Contoh Cerpen Tentang Pendidikan

Banyak macam kriteria dalam memilih istri. Tapi jika ada pemuda yang bertanya padaku seperti apa kriteria calon istri yang baik dipilih, maka akan kukatakan padanya, “Pilihlah perempuan yang pandai, atau minimal mau belajar memasak.”

Mungkin ada yang protes sambil ngangkat piring, “Kamu mau istri apa pembantu?”

Wew, sabar dulu. Jangan buru-buru lempar piring ke kepalaku, wahai perempuan. Aku siap menjelaskan pernyataanku, kok.

Begini, aku pernah mendengar ceramah seorang ustad yang mengisahkan sekelumit kisah kehidupan dari ulama tersohor bernama Buya Hamka.

Buya Hamka termasuk orang yang jarang sakit semasa hidupnya. Ketika suatu hari ada seseorang yang bertanya apa rahasia penulis Tafsir Al-Azhar itu selalu sehat, Buya pun menjawab,

“Saya tidak pernah makan kecuali makanan yang dimasak oleh istri saya di rumah.”

Tidak sulit menalar ucapan pengarang novel roman ‘Tenggelamnya Kapal Van Der Wick’ tersebut. Sebab, sama kita ketahui bahwa sebagian besar penyakit yang ada di tubuh manusia berkaitan erat dengan makanan yang masuk dalam perut. Sisi kebersihan olahan makanan bahkan alat makan menjadi faktor penting bagi kesehatan.

Jadi jangan heran orang yang sering makan di luar, lebih berpotensi sakit daripada yang suka makan olahan istri atau ibu di rumah.

Sewaktu kuliah dulu, aku pernah iseng kerja freelance jadi tukang cuci di sebuah restoran. Dari sana aku mengerti bahwa cara karyawan mencuci piring dan alat masak lainnya begitu menghawatirkan. Piring dan sendok kotor hanya dicelup-celup di air tanpa sabun, setelah itu ditaruh di rak.

Meski tidak semua resto seperti itu, tapi alangkah lebih amannya jika yang memasakkan adalah istri kita sendiri. Sebab, tak mungkin ketika menyiapkan hidangan untuk suami, sang istri akan asal-asalan dalam memasak dan membersihkan alat masaknya. Ya, kecuali si suami pernah ngomong ke istri kalau mau kawin lagi.

Dan nilai plus dari masakan istri untuk suami yang tidak pernah ada pada makanan luaran adalah doa dan cinta. Benar, ada doa dan cinta yang mengalir dari seorang istri lewat ulekan dan sutil penggorengan yang akan membuat masakan bukan hanya lebih sehat, melainkan lebih berkah.

Ingat pepatah Jawa, ‘Trisno ati jalaran soko kulino’. Cintanya hati berawal dari sering bertemu.

Bertemu terus tapi gak ada acara makan-makan, ya garing. Gak bakal ada cinta.

Oleh sebab itu sepertinya pepatah tersebut perlu ditambahi menjadi, ‘Trisno ati jalaran soko kuliner’. Cintanya hati berawal dari kuliner. Semakin sering suami dimasakin istri, makin cintalah ia.

Juga apakah ingat dengan pepatah ini? ‘Cinta… Berawal dari mata, turun ke hati.’

Dengar punya dengar, sekarang pepatah itu sudah direvisi jadi:

‘Cinta… Berawal dari perut, naik ke hati.’

Semoga kita semua bisa menua bersama pasangan dengan sehat dan bahagia.

Itu kan buat yang punya pasangan. Yang belum gimana?

Ya nikah aja buruan. Syarat dan ketentuan berlaku. Hehe. Semoga dapat jodoh yang shalih/shalihah ya, Mblo.

Contoh Cerpen Tentang Pendidikan

Karya : Fitrah Ilhami
Judul : Lagu sedih

Contoh Cerpen Tentang Pendidikan
Ada kejadian menarik saat aku mengajar ekstra musik kelas 4-5 di SD Hidayatullah, Surabaya tadi pagi. Sengaja materi yang kuberikan untuk hari ini adalah lagu berjudul ‘Pertengkaran Kecil’ karya EdCoustic. Lagu ini bertema persahabatan dengan tempo rendah, melow.

Pas lah pikirku. Pasti anak-anak bakal baper, dan nangis. Secara, anak-anak punya perasaan yang peka. Mereka tak sungkan menangis apabila mendengar atau melihat sesuatu yang mengharukan.

Kemudian kuberi contoh nada lagu tersebut kepada mereka. Di depan mereka, kunyanyikan lagu itu terlebih dahulu dengan suara yang menurutku sudah paling sedih, menyayat, tak lupa kupasang ekspresi mirip orang gak dikasih makan tiga hari berturut-turut. Sedih. Pasti abis ini mereka akan nangis, pikirku.

Dan benar saja, saat aku sudah mencapai bagian reff, aku melihat salah satu siswa menusap mata. Nampak mata itu merah. Wah, pasti anak ini menangis setelah mendengar suaraku yang merdu unyu-unyu ini, aku membatin. Melihat anak itu menangis, aku makin bersemangat.

Sambil nyanyi, kali ini aku pasang ekspresi orang tidak makan 3 hari + ekspresi orang kebelet tapi gak nemu toilet. Dramatis. Baper, baper dah kau, Nak.

Setelah lagu habis, aku tanya kepada anak yang terlihat mengucek matanya tadi. “Kenapa nangis, Mbak?”

“Eh,” Yang kutanyai gelagapan.

“Kenapa nangis? Sampai matanya merah gitu. Sedih ya dengar lagu yang baru kakak nyanyikan?” aku tersenyum.

Eh, dia menggeleng, “Ndak, Kak. Aku gak sedih, kok. Aku cuma ngantuk tadi, soalnya kemarin malam aku gak bisa tidur nyenyak.”

Aku nelan ludah.

Contoh Cerpen Tentang Pendidikan

Karya : Fitrah Ilhami
Judul : Kedatangan Murid Baru

contoh cerpen tentang pendidikan.jpg
Sebulan lalu, tetanggaku datang ke rumah minta tolong agar aku bersedia mengajari anak laki-lakinya matematika, karena si anak sangat lemah dalam pelajaran eksak satu itu.

“Minta tolong ya, Mas? Kata istrinya Mas, Mas ini guru. Anak saya sangat lambat memahami matematika,” ujarnya melas.

“Anaknya kelas berapa, Bu?” tanyaku.

“Kelas tiga SD. Minta tolong ya, Mas?”

Sebenarnya aku juga lemah dalam pelajaran berhitung. Bagiku, berhitung tak semudah ngangkatin jemuran. Tapi karena ingin membantu, baiklah aku coba.

“Iya, Bu. Lesnya bisa dimulai besok.”

Dan datanglah si anak keesokan harinya ke rumahku. Ia membawa satu buku tulis dan LKS matematika. Aku mempersilahkan ia masuk, dan mulai mengerjakan soal. Awalnya aku merasa ini akan berjalan mudah, tapi aku salah duga. Sebab selain karena anak ini tak paham dengan bab pengurangan dasar, ia juga gak bisa fokus.

“Tiga puluh lima dikurangi tujuh, hasilnya berapa? Coba pakai cara susun,” aku memberinya soal.

Lah, dia malah menimpali, “Pak Guru punya buku komik?”

Aku ngelus dada. “Jangan ngelantur. Ayo dikerjakan.”

“Gimana caranya, Pak Guru?” katanya.

“Susun dulu, baru dihitung. Begini caranya.” Aku memberi contoh penyelesaian soal.

“Sudah paham?” tanyaku.

Anak itu mengangguk. “Paham. Kecil.”

Aku tersenyum senang. Tuh, kan, anak ini sebenarnya bisa diajari. Tapi mungkin karena ibu bapaknya saja yang kurang sabar mendampingi, jadinya bilang anaknya sulit diajari. Buktinya sebentar saja aku bisa mengajari, batinku sombong.

“Ya udah sekarang coba kamu kerjakan LKS halaman 5, nomer 1,” aku buka LKS-nya.

Soal di LKS itu merupakan tipe pilihan ganda. Kusuruh ia baca soal terlebih dahulu. Ia nurut.
`
Berapa hasil dari 73 dikurangi 16?
A. 34
B. 57
C. 31
D. 45

“B. 57 jawabannya!” muridku berseru lantang sembari menyilang huruf B.

Aku pun tertakjub. Kok bisa anak ini langsung menjawab dan benar.

“Loh, kan kamu belum nyusun angkanya, kamu tahu jawabannya dari mana?” Aku penasaran.

“Ya tahu sendiri, Pak.” Dia jawab enteng.

“Tahu sendiri gimana, maksudnya?”

“Ya tahu sendiri, pokoknya B.” Anak itu ngeyel.

“Coba, aku pingin ngerti gimana CARA kamu menjawab soal itu?” Aku masih penasaran.

“Caranya ya gampang, Pak Guru. Tinggal silang huruf B-nya. Selesai.” Anak itu mempraktekkan menyilang huruf B di depanku.

Aku nepuk jidat, “Itu namanya ngawur, tapi kebetulan bener. Coba sekarang aku kasih soal lagi. 81 dikurangi 13 hasilnya berapa?”

“Pak Guru punya buku komik?”

TAMAT AJA LAH!

Contoh Cerpen Tentang Pendidikan

Karya : Fitrah Ilhami
Judul : Belajar Dari Burung

contoh cerpen tentang pendidikan.jpg

Aku punya kakak yang baik dan pinter. Setiap kali punya masalah, aku selalu curhat ke dia. Biasanya dia akan memberikan nasehat untukku.

Seperti kemarin, aku datang ke rumah mbak yang tak jauh dari kontrakanku. Padanya aku berkeluh kesah tentang teman-teman kerja yang tak bisa diajak kerjasama. Tak mau berbenah, malas belajar untuk maju, suka ngeyel kalau dikasih tugas, hingga akhirnya pencapaian target-target kita jadi terbengkalai dan terhambat.

Kakakku mendengarkan curhatan itu dengan seksama, hingga akhirnya ia berkata, “Repot juga kalau punya teman-teman kerja seperti itu. Sebab jika kau ingin bisa terbang jauh, maka bergaullah dengan burung-burung, jangan dengan ayam atau bebek. Kau paham kan maksudku, Dek?”

Aku mengangguk. Ya, tentu saja aku paham. Tak sulit bagi otakku yang pinter ini memahami makna dari kata-kata kakak perempuanku tersebut.

Contoh Cerpen Tentang Pendidikan

Karya : Fitrah Ilhami
Judul : Rasa Bintang 5, Harga Kaki 5

contoh cerpen tentang pendidikan.jpg

“Bang. Setiap naik kereta, aku pasti ingat kejadian dua tahun lalu.” Istriku berucap setelah kami sempurna duduk di kursi gerbong kereta, hendak berlibur di kampung halaman.

“Kejadian apa, Neng?” tanyaku penasaran. Sebentar lagi kereta api akan berangkat.

Istriku tersenyum, “Saat itu aku dari stasiun Bandung mau ke Pare, Kediri.”

“Pasti mau beli sate.” Aku memotong.

Istri menimpukku pakai roti, “Dengerin dulu. Jangan sok tau. Aku mau les bahasa Inggris sama kedua teman kuliah di sana.”

“Terus?”

“Nah, waktu itu kami bertiga beli tiket ekonomi. Di tiket itu tertulis kalau kami bertiga duduk di gerbong 1. Akhirnya kita naik dan cari gerbong tersebut. Di dalam kereta kita terus berjalan maju, hingga menemukan ruangan bertulis ‘Gerbong 1’. Ya Allah, Bang. Ternyata ruangan itu bagus banget. Tempat duduknya kayak tempat duduk bioskop. Gak nyangka ada ruangan kelas ekonomi sebagus itu. Kami sesuaikan nomor di tiket, menaruh barang, sambil duduk selonjoran.”

“Mau minum dulu?” Aku menyodorkan air minum pada istri.

Istriku marah, “Jangan potong dulu ceritanya.”

“Eh, ya sudah. Lalu?”

Ia tersenyum, “Sepanjang menunggu kereta berangkat, kami bertiga ketawa-ketawa. Bayangkan, dengan harga ekonomi, kita dapat fasilitas kereta kelas bisnis. Ah, mungkin ini kebijakan presiden untuk memanjakan para pengguna kereta. Kalau presiden yang sekarang mau nyalon lagi, aku pasti memilihnya. Beneran. Soalnya baik banget sama orang-orang gak berduit banyak kayak aku. Kami pun selfie bareng, terus upload foto itu ke fb dengan status ‘Rasa Bintang 5, Harga Kaki 5. Wkwkwkwk.’ Pasti iri deh yang lihat foto kita.”

Aku kagum, “Wah, enak banget ya? Bayar harga ekonomi, dapat fasilitas kelas bisnis.”

“Cerita belum selesai,” ucap istriku. “Sebab, satu menit sebelum kereta berangkat, ada tiga penumpang yang datang ke tempat duduk kami. Bilang bahwa tempat duduk yang kami duduki adalah tempat duduk mereka.”

“Terus?” kali ini terpaksa aku memotong. Penasaran dengan kelanjutan cerita.

“Tentu kami bertiga ngeyel. Bilang kalau ini tempat duduk kami. Terus salah satu dari mereka mengeluarkan tiketnya dan menyuruh kami menunjukkan tiket masing-masing. Dan alamak, ternyata gerbong yang kami naiki adalah gerbong kelas bisnis. Kelas ekonomi ada di barisan gerbong paling belakang. Takut dilaporin petugas dan diturunkan secara paksa, kami bertiga akhirnya pindah ke belakang dengan kepala tertunduk malu. Abang bisa bayangkan betapa malunya kami saat itu? Rasanya pingin sekali aku sembunyi di kamar mandi selama perjalanan.”

Aku menepuk dahi. Benar-benar kejadian konyol.

Pesan moral: Jangan pernah foto selfie di kereta sebelum memastikan bahwa tempat yang kau duduki adalah benar-benar tempatmu. Apalagi pakai acara pamer segala. Dan ingat! Bayar tiket kereta dengan harga kelas ekonomi, dapat fasilitas kelas bisnis itu hanya terjadi pada film Doraemon.

Akhir Kata

Demikian artikel mengenai Contoh cerpen tentang pendidikan, semoga bisa bermanfaat. Jika anda membutuhkan artikel tentang contoh cerpen atau puisi silahkan cari di website ini.

Terimakasih sudah membaca artikel kami tentang Contoh cerpen tentang pendidikan. Pastikan anda mendapatkan satu ilmu sebelum menutup halaman ini. Jika anda kembali ke web penulisngapak.com, kami pastikan anda akan mendapatkan ilmu yang lebih banyak dan lebih bermanfaat untuk anda dan orang-orang disekitar anda.

“Penulisngapak.com menulis untuk umat”

Tinggalkan komentar