contoh cerpen pengalaman prinadi liburan

4 Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Liburan Membuat “Anumu” Tegang

Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Liburan – Setiap orang mempunyai pengalaman masing-masing ketika musim liburan tiba. Begitu juga dengan para penulis berikut ini, mereka menceritakan pengalaman liburannya dalam bentuk tulisan fiksi dan non fiksi.

Cerpen Pengalaman Menulis

Judul : Antara Sunnah Dan Wajib
Oleh : Putri Handayani

cerpen-pengalaman-menulis
zuleb.com

Sejak kecil, yang aku tahu urutan wajib jauh lebih di atas sunnah. Hukumnya pun jelas.

Wajib adalah jika dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan sudah pasti berdosa. Berbeda dengan sunnah yang jika dikerjakan mendapat pahala namun jika ditinggalkan tidak mendapat dosa.

Nah fenomena yang seringkali kulihat adalah banyaknya yang lebih mendahulukan sunnah daripada wajib.

Salah satu contohnya adalah antara wajah dan kaki bagi wanita. Kita semua tahu bahwa aurat wanita muslimah sendiri adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, bukan?
Sayangnya aku masih sering melihat yang bercadar namun terlihat kakinya. Betul kaus kaki bukan satu-satunya solusi untuk menutup aurat bagian kaki. Setidaknya jika memang enggan mengenakan kaus kaki, julurkan pakaian hingga kaki tak terlihat lagi.

Bisa?

Semoga saja bisa.

Aku menulis ini bukan karena aku tak suka dengan cadar, bukan! Siapa yang tahu kelak aku bercadar (bantu aamiinkan). Hanya saja coba meluruskan, mana yang seharusnya diutamakan. Bukankah kita harus saling mengingatkan?

Cerpen Pengalaman Pribadi

Judul : Tentang Waktu
Oleh : Putri Handayani

contoh-cerpen-pengalaman-pribadi

Hidup adalah kumpulan detik menit dan detak jantung. Sedang jumlah detikan dan detakan yang dijatahkan Tuhan kepada seseorang, berbeda satu sama lain. Adilnya, Tuhan tidak menilai kehidupan seseorang dari jumlah detakan dan detikan yang dimilikinya. Tapi dari seberapa banyak kebaikan dan keburukan yang dihasilkan dari detakan dan detikan itu.

Nazrul anwar dalam bukunya Menata Hati

Allah selalu bersikap adil. Adil menurut-Nya bukan seperti sudut pandang kita. Semua sudah tertata sedemikian rupa dalam kitab-Nya yang seringkali kita lupa karena kesibukan dunia.

Setiap detikku dan detikmu jelas berbeda. Kegiatannya pun tak sama. Allah memberi jatah kita sebanyak 24 jam dalam sehari. Kurang? Bukan! Sebenarnya bukan kurang. Hanya saja kita yang belum mampu mengatur dan menjalankan waktu dengan baik.

Padahal, waktu kita untuk apa selama di dunia lah yang kelak akan dipertanyakan. Sudahkah kita berbuat baik? Sudahkah kita tak menyakiti hati orang lain setiap detiknya?

Satu detik dalam tiap hembusan nafas amatlah berharga, mari jaga apa yang seharusnya di jaga. Menjaga lisan agar tak ada yang teraniaya. Menjaga hati agar tak terpengaruh dan selalu berpikir negatif. Menjaga persaudaraan agar semakin banyak teman dan saudara seiman.

Cerpen Pengalaman Liburan Di Rumah Angker

Judul : Rumah angker
Oleh : Pelangi Jingga

contoh cerpen pengalaman prinadi liburan

Tepat pukul dua dini hari. Adi, Radit dan Rio memberanikan diri memasuki rumah angker, sekedar uji nyali. Konon katanya, rumah tersebut milik Almarhum pak Bejo, istri, beserta kedua anaknya. Mereka meninggal misterius dengan darah berceceran dalam ruang tamu, yang sampai saat ini masih menjadi perbincangan warga.

“Kita berpencar. Aku di ruang keluarga, Rio di ruang dapur, dan Radit tetap disini. Kamu harus terima tantangan ini, jangan jadi banci mulu.”

“Ok. Aku terima tantangannya.” Radit sedikit tersinggung dengan ucapan Adi.

Beberapa menit kemudian, suasana semakin mencekam. Radit melihat bayangan di cermin, diapun kembali memastikan dengan menggunakan cahaya lilin.

“A-pa tuh ciin, mukanya serem.” Teriaknya gagap. Setelah diperhatikan, rupanya bayangannya sendiri dengan balutan masker putih masih melekat di wajahnya.

“Huuufff, kirain.” Radit menenangkan diri. Namun, ia kembali mendengar suara tawa.

“Kunti, kumohon yaa, jangan takutin ekye. Kalau ekye mati ketakutan, siapa yang bayarin make up ekye.”

Usai tawa kecil. Terdengar seseorang menjerit kesakitan.

“Apaan lagi tuh?” tanya Radit ketakutan.

“Aduuuuuh tante sakit.” Tepat disamping Radit, sosok tuyul tengah menangis kesakitan karena kakinya keinjek Radit.

“Yaah si botaaaak.” Radit berlari terbirit-birit, sementara tuyul tersebut terus mengejarnya.

“Uang jajan dong. Aku sudah bangkrut tanteee.”

“Idih, panggil ekye tante lagi.” Ujar Radit dengan suara ala cucoknya.

SEKIAN

Cerpen Pengalaman Pribadi

Judul : Aurat
Oleh : Putri Handayani

Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi.jpg
hipwee.com

“Mau ke mana, Mbak?” tanya seorang gadis tanggung yang tengah kulayani pesanan gorengannya.

“Engga mau ke mana-mana. Memang nya kenapa, Dek?”

Aku sambil melanjutkan membungkus pesanan. Dia masih menatapku dari atas hingga ke bawah. Dan aku baru menyadari satu hal.

“Pasti karena Mbak pakai kaos kaki, ya?”
tanyaku beriringan dengan senyum.

Gadis itu tersenyum seraya menganggukan kepala.

“Kenapa selalu mengenakan kaos kaki, Mbak? Padahal kan ini di rumah, Mbak.”

“Karena kakipun adalah aurat seorang wanita, sayang. Sekalipun di rumah, tetap saja rumah Mbak dilalui banyak pria yang bukan mahram. Apalagi Mbak jualan gini, yang beli juga bukan cuma perempuan kan?”

Gadis itu tersipu, entah mungkin malu. Atau penjelasanku yang terlalu kaku atau bahkan menggurui. Semoga kata-kataku tak menyakiti hati.

Cerpen Pengalaman Pribadi

Judul : Tanpa Judul
Oleh : Putri Handayani

Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi.jpg

Hamparan rumput yang begitu hijau mampu memanjakan mata, tapi tidak dengan hati yang lara.

“Kenapa?” tanya Aya seolah tahu akan kegundahan yang melanda.

Aku tersenyum sambil menggelengkan kepala.

“Tak mau cerita?”

Aku hanya mampu tersenyum getir.

“Sudah kubawa pergi ke tempat sejauh ini pun kau masih tak mau bicara? Hei Nona, rahasia kah?” aku tahu mungkin sahabatku ini kesal dengan sikapku. Tapi aku harus bagaimana? Tak bolehkah kupendam semua cerita yang kupunya?

“Baiklah aku menyerah!” ujar sahabatku berlalu setelah tak mampu meyakinkanku. Dia mengambil sesuatu dari tasnya, dan aku tahu apa yang selalu ia bawa ketika bepergian seperti saat ini; tongsis.

Sahabatku ini seorang wanita yang luar biasa tingkat kesabarannya, sekalipun aku asik dengan dunia maya bahkan ia tak pernah meninggalkanku. Tak pernah.
Sengaja aku tak ingin menceritakan semua, khawatir aku menambah beban hidupnya.

“Foto yuk,” ajaknya sambil membetulkan posisi tongsis karakter Minnie tersebut.

Aku berjalan ke arahnya, berusaha menjadi teman yang tak menyebalkan. Situasi diri boleh tak baik, tapi rasanya tak pantas jika aku melampiaskannya pada teman terbaik yang kupunya.

“Ayo,” jawabku dengan senyum lepas.

“Nah gitu dong. Sanaan dikit, biar dapet viewnya.” ujarnya riang.

Hei kamu, akankah tetap bersikap seperti itu setelah menikah nanti? Adakah sayangmu berkurang setelah menjadi milik orang? Adakah kita masih bisa berpetualang bersama sekalipun tanpa ada banyak uang atau kendaraan.

Mendadak bulir-bulir putih luruh membasahi pipi.

Cerpen Pengalaman Liburan

Judul : Mobil Akot
Oleh : Lena Iqbal

contoh cerpen pengalaman prinadi liburan

Pas jam pelajaran kosong, Lena dan Vina menyimak Dewi berbagi cerita tentang liburan seminggu lalu.
Dewi : “Gue liburan ke tempat Omnye Meylan. Kite berangkat naik mobil Akot. Andra di depan sambil main gitar. Gue sama Meylan di belakang. Nyanyi-nyanyi sepanjang jalan. Seru, deh.”
Lena: “Andra di depan, elo sama Meylan di belakang? Hadep-hadepan?”
Dewi : “Kok hadep-hadepan? Mobil Akot, Len. Akot.”
Lena : “Bisa ye?”
Vina : “Ye bisa lah, Len. Dua di depan, dua lagi di belakang.”
Lena : “Tapi nggak keberisikan tuh, yang lain? Kan nyanyi-nyanyi sambil gitaran gitu.”
Dewi : “Nggak, lah. Orang cuma kite doang.”
Lena : “Lo sama Meylan duduknye sampingan?”
Dewi : “Iye.”
Lena : “Ngehadep ke mane?”
Dewi : “Ke depan.”
Lena: “Hah? Jurusan mane yang bangku belakangnye ngehadep ke depan?”
Dewi : “Jurusan? Lo kira angkot?”
Lena : “Terus mobil apaan?”
Dewi : “Mobil temen gue. Namanye Mahkota. Panggilannye Akot. Die yang nyetir.”
Vina yang lebih anteng, tiba-tiba kaget.
Vina : “Hah? Jadi bukan mobil Honda Accord, Wi?”
Dewi : “Bukan.”
Lena dan Vina : “Mobilnye apaan?”
Dewi : “Kijang.”
Lena dan Vina sewot. Ninggalin Dewi, sementara Dewi cuma garuk-garuk kepala.

Cerpen Pengalaman Liburan Horor

Judul : Ritual Memanggil Roh
Oleh : Azel prd

contoh cerpen pengalaman prinadi liburan

“Udah, lebih baik hari ini!” Ujar Boti

“Iya betul sekarangkan malam jum’at! Cocok buat ritual.” Ujarku

Akhirnya kami berlima berkumpul dirumah Boti. Aku kebagian mencari bunga 7 rupa, tapi karena enggak punya uang! Akhirnya, hehehe … kebun tetangga jadi sasaran.

Dadaku berdegub kencang, keringat dingin mulai membasahi. Semua sudah siap, lilin, korek api, rantang berisi air dan bunga 7 rupa, tempat pembakaranpun sudah siap, tinggal lima menit lagi!

Tempat pembakaran dinyalakan, rantang berisi air dan bunga disimpan diatasnya, lampu mulai dimatikan, lilin hanya satu yang dinyalakan.

Gelap! Boti mulai membaca mantra. Bulu kudukku berdiri, dadaku berdegup semakin kencang.

Satu persatu tangan kami harus menyentuh bawah rantang, lalu kami basuhkan ke wajah kami. Panas! Ada hawa panas, angin berhembus perlahan seakan membelai tubuhku dalam diam, itu artinya! Dia sudah datang.

Lemas sekujur tubuhku, tiba-tiba! Lampu kamar menyala! Ada kelegaan di hatiku.

“Wie! Dewi!”

Aku berbalik!

“Argh … hantu!”

Aku menangis! Begitupun dengan 3 temanku yang lain. Tapi…

“Hahaha!”

Boti tertawa! Aneh! Kami bingung dibuatnya. Ternyata! Hantu yang kami lihat ituu! Muka kami sendiri yang telah cemong karena rantangnya telah dilumuri arang.

“Botiiii!!!”

Akhirnya kami hajar Boti habis-habisan dengan arang yang telah ia sembunyikan, buah dari ketakutan yang sudah ia berikan.

Cerpen Pengalaman Liburan

Judul : Gak Nyambung
Oleh : Titien SDF

contoh cerpen pengalaman prinadi liburan

Sore itu kami sekeluarga sedang dalam perjalanan ke Gramedia. Kami berenam di dalam mobil, anak-anak melihat sekeliling sambil bernyanyi riang. Entah karena melihat apa, tiba-tiba Ifa nyeletuk bertanya padaku.

“Ummi, mesin fotokopi itu pakai kopi asli?”

“Maksudmu?” aku balik bertanya sambil tertawa.

“Itu, pakai kopi yang bisa dibuat minum? Dikasih gula juga apa tidak?”

Aku, Abah dan dua kakaknya spontan tertawa.

“Terus naruh kopi sama gulanya di bagian mananya ya Mi?” tanyanya lagi.

“Di kolam renang Mbak. Atau di atas mainan enjut-enjutan,” kata si Bungsu.

“Mbak Ifa, mesin fotokopi gak pake kopi ama gula. Pakenya tinta atau serbuk tinta, yang dimasukkan dalam mesinnya,” jelas Abah sambil tertawa. Gadis kelas tiga SD itu pun manyun sambil garuk-garuk kepala.

“Kalau yang ada kolam renang sama enjut-enjutannya itu Kampung Kopi Banaran, bukan mesin fotokopi. Bungsu habis outbound ke sana ya, sama Ummi kemarin,” kataku sambil mengelus kepalanya. Si Bungsu tersenyum senang, tidak merasa ada yang menyalahkan jawabannya. Dua kakaknya hanya geleng-geleng kepala, karena adiknya ‘gak nyambung’ semua.

Akhir Kata

Demikian artikel mengenai contoh cerpen pengalaman pribadi liburan, semoga bisa bermanfaat. Jika anda membutuhkan artikel tentang contoh cerpen atau puisi silahkan cari di website ini.

Terimakasih sudah membaca artikel kami tentang contoh cerpen pengalaman pribadi liburan. Pastikan anda mendapatkan satu ilmu sebelum menutup halaman ini. Jika anda kembali ke web penulisngapak.com, kami pastikan anda akan mendapatkan ilmu yang lebih banyak dan lebih bermanfaat untuk anda dan orang-orang disekitar anda.

“Penulisngapak.com menulis untuk umat”

Tinggalkan komentar