Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi

Kumpulan Contoh Cerpen Kehidupan Sehari Hari Agar Kamu Tumbuh Lebih Dewasa

contoh cerpen kehidupan sehari hari – Contoh cerpen cerita kehidupan sehari-hari ini sering kali anda temukan dalam kehidupan di masyarakat. Namun di cerita ini kamu akan menemukan satu cerita yang menurut kami unik dan bikin kamu ngakak, hahaha… Coba baca aja deh satu per satu cerpennya.

Contoh Cerpen Kehidupan Sehari hari

Judul : Inshaa Allah
Karya : Fitrah Ilhami
contoh cerpen kehidupan sehari hari - Contoh cerpen cerita kehidupan sehari-hari ini sering kali anda temukan dalam kehidupan di masyarakat. Namun di cerita ini kamu akan menemukan satu cerita yang menurut kami unik dan bikin kamu ngakak, hahaha... Coba baca aja deh satu per satu cerpennya.
jazakumullah.com

Dengan ransel yang menggantung di pundak kanan, Megan berjalan menuju Pasar Pekanan. Wajah lelaki muda itu terlihat cerah, bibirnya terus menyungging senyum. Lima ratus meter sebelum mencapai tempat tujuan, Megan berpapasan dengan Kyai Burhan, guru mengajinya waktu kecil dahulu.

“Assalamualaikum,” Kyai Burhan menguluk salam kepada Megan.

“Waalaikumsalam, Pak Kyai,” jawab Megan sembari membungkukkan badan penuh hormat.

Kyai Burhan kembali bertanya, “Nak Megan mau ke pasar?”

Megan mengangguk mantap, “iya Pak Kyai. Saya akan beli sapi, soalnya saya mau bisnis ternak sapi.” Jawabnya.

Mendengar kalimat yang Megan ucapkan barusan, Kyai Burhan berujar, “Nak Megan lupa, ya? Jika ingin melakukan sesuatu itu jangan lupa ucapkan Inshaa Allah.”

“Inshaa Allah? untuk apa, Pak Kyai?” Megan mengerutkan keningnya. Bingung.

Kemudian Pak Kyai berdehem sejenak, sambil menjelaskan, “tadi kan, Nak Megan bilang, ‘saya akan beli sapi di pasar, Pak Kyai.’ Nah, yang seharusnya Nak Megan katakan adalah, ‘Inshaa Allah saya akan beli sapi di pasar, Pak Kyai.’ Begitu.”

Kemudian, Kyai Burhan meneruskan kalimatnya, “bukankah, tidak ada satu pun makhluk yang bisa memastikan kejadian di dunia ini selain Tuhan?” Kyai Burhan menyentuhkan telapak tangannya di pundak Megan.

“Buat apa pakai Inshaa Allah segala, Pak Kyai? Orang sekarang saja saya sudah bawa uangnya,” ujar Megan sambil membuka tas yang disampirkan di pundak kanannya.

Di dalam tas tersebut terdapat ratusan lembar uang pecahan seratus ribu. “Lagipula pasarnya udah deket. Jadi, gak pakai Inshaa Allah pun setelah ini saya pasti beli sapi,” terang Megan dengan menunjuk ke arah pasar.

Kyai Burhan tersenyum, “ya sudah kalau begitu. Semoga sukses bisnisnya, ya, Nak.”

“Baik, Pak Kyai.” Jawab Megan, lantas melanjutkan langkahnya menuju pasar.

Sial bagi Megan, sebelum benar-benar melakukan transaksi jual beli dengan pedagang sapi, tiba-tiba sekawanan jambret bermotor menarik tas milik Megan yang berisi tumpukan uang itu, lalu mereka bergegas menancap gas dan meninggalkan kerumunan warga di pasar.

Sebenarnya ada upaya dari Megan untuk menangkap pencuri-pencuri tersebut dengan berlari dan berteriak, “MALIING.. MALIING…,” namun apa daya, sekawanan orang jahat itu tetap tak terkejar. Tas berisi uang miliknya kini raib di tangan para jambret.

Megan terduduk pasrah, wajahnya muram, hatinya sedih, ingin sekali ia menangis. Orang-orang di sekitar pun hanya bisa memandangnya penuh iba. Rencananya berbisnis ternak sapi, leburlah sudah, begitu batin Megan berseru miris.

Entahlah, dalam keadaan lesu tersebut, tiba-tiba saja Megan teringat nasihat Kyai Burhan kepadanya tadi, bahwa sebelum berjanji atau melakukan sesuatu, hendaknya manusia mengucap Inshaa Allah. Sebab tidak ada satu pun makhluk yang bisa memastikan kejadian di dunia ini, kecuali Allah.

Mungkin peristiwa yang baru saja menimpanya adalah peringatan dari Tuhan, agar ia tidak lagi lupa untuk mengucap Inshaa Allah, begitu pikir Megan mencoba menerima takdir.

Setelah beberapa saat, Megan meninggalkan pasar dengan langkah gontai …

Di perjalanan pulang, Megan kembali bertemu dengan Kyai Burhan.

“Bagaimana, Nak Megan? Sudah beli sapinya?” tanya Kyai Burhan tulus.

“Saya gak jadi beli sapi, Pak Kyai.” Jawab Megan lirih.

Kyai Burhan kebingungan, “loh, kenapa kok engga jadi beli sapi?”

“Karena Inshaa Allah uang saya sudah dicuri orang, Pak Kyai.” Jawab Megan lesu.

Contoh Cerpen Kehidupan Sehari hari

Judul : Sepasang Kekasih
Karya : Putri Handayani
Contoh Cerpen Kehidupan Sehari-hari

Waktu itu ada yang bertanya padaku,
“Apakah wanita/pria baik-baik hanya diperuntukan kepada wanita/pria baik-baik pula? Bagaimana dengan mereka yang tengah berusaha menjadi baik?”
.
Dan kutemukan jawaban dari sebuah buku yang semoga mampu menjawab pertanyaanmu tersebut.”Dan yang harus dipahami, karena menjadi baik itu adalah proses sepanjang hayat, tidak semua perempuan atau laki-laki yang baik, beruntung dipertemukan dengan pasangannya masing-masing dalam kondisi yang sama baiknya. Ada beberapa yang tak kalah beruntungnya, yaitu mereka yang dipersatukan dalam kondisi yang salah satunya belum begitu baik, tapi punya potensi dan keinginan untuk selalu memperbaiki diri.” (GENAP-NAZRUL ANWAR).

Dan sedikit pesan dariku, memperbaiki diri janganlah karena ingin mendapatkan jodoh atau karena ingin dipandang orang lain karena sudah baik. Melainkan untuk diri sendiri sebagai bentuk ketaatan atas perintahNya.
Dan kata-kata ini pun sebenarnya berlaku untuk diriku juga.

Contoh Cerpen Kehidupan Sehari hari

Judul : Alihkan Fungsi
Karya : Putri Handayani
Contoh Cerpen Kehidupan Sehari-hari
Andofern.com

“Wah itu keren amat hapenya, ada aplikasi apa aja?” tanya Laras pada Nana sahabatnya.

“Banyak nih, ada BBM, FB, Instagram, WA, Path sama macem-macem gitu. Ini sampe hampir gak cukup memorinya,” jawab Nana sambil menunjukkan ponsel canggih miliknya.

“Wah lengkap. Gak coba buat cari uang? sayang kalo cuma buat gaya-gayaan mah.”

“Emang bisa?”

“Ya ampun, bisa banget dong Na.”

“Gimana caranya?”

“Beneran mau tahu?”

“Ya mau dong, La.”

“Nih aku kasih tahu rahasianya, kamu liat dan amati foto yang ada di bawah ini. Terus daftar deh.”

“Semudah itu?”

“Iya semudah itu.”

“Tapi la….”

“Tapi apa?”

“Aku kan gaptek, pake hape juga cuma biar kekinian.”

“Nah itu dia… Alihin fungsi hapemu buat cari rupiah. Dan kalau soal gaptek, semua bisa diatasi kalau kamu ada niat berubah biar gak gaptek. Caranya? Buruan daftar dan ikutan acarnya, dijamin deh hapemu jadi ladang cari rupiah.”

“Aku coba ikutan daftar deh.”

Akhir Kata

Demikian artikel mengenai contoh cerpen kehidupan sehari harisemoga bisa bermanfaat. Jika anda membutuhkan artikel tentang contoh cerpen atau puisi silahkan cari di website ini.

Terimakasih sudah membaca artikel kami tentang contoh cerpen kehidupan sehari hari. Pastikan anda mendapatkan satu ilmu sebelum menutup halaman ini. Jika anda kembali ke web penulisngapak.com, kami pastikan anda akan mendapatkan ilmu yang lebih banyak dan lebih bermanfaat untuk anda dan orang-orang disekitar anda.

“Penulisngapak.com menulis untuk umat”

Tinggalkan komentar