Contoh Cerpen Tentang Ibu - Ibu adalah seseorang yang luar biasa dalam kehidupan kita, perjuangan seorang ibu sungguh luar biasa. Dalam cerpen ini kami akan membawakan tema tentang ibu tercinta, ibu dan anak, ibu dan ayah yang ditulis secara s

[ Menangis ] Saat Membaca Contoh Cerpen Tentang Ibu. Ternyata Selama Ini Aku……..

Contoh Cerpen Tentang Ibu – Ibu adalah seseorang yang luar biasa dalam kehidupan kita, perjuangan seorang ibu sungguh luar biasa. Dalam cerpen ini kami akan membawakan tema tentang ibu tercinta, ibu dan anak, ibu dan ayah yang ditulis secara singkat.

Contoh Cerpen Tentang Ibu Singkat

Judul : 24 Tahun
Karya : Fitrah Ilhami
Contoh Cerpen Tentang Ibu - Ibu adalah seseorang yang luar biasa dalam kehidupan kita, perjuangan seorang ibu sungguh luar biasa. Dalam cerpen ini kami akan membawakan tema tentang ibu tercinta, ibu dan anak, ibu dan ayah yang ditulis secara s
http://sapibicara.blogspot.co.id/

24 tahun yang lalu, aku bukanlah apa-apa. Hanya seonggok janin yang berjuang hidup di dalam rahim sang Ibu. Jelas bahwa keberadaanku di dalam perut wanita mulia ini sangat menyiksanya.

Berbaring susah, berdiri apalagi. Tak dapat kubayangkan bagaimana perjuangan Ibu melalui sembilan bulan yang menyulitkan aktivitasnya.

Uh, andai aku tahu betapa besar pengorbanannya saat dia melahirkanku: Air keringat beraroma kematian, nyawa jadi taruhan. Lalu apa balasanku untuknya? Tak terhitung berapa kali kumenghardik, memaki, dan menghinanya. Walau begitu, betapa pun tingkah laku-ku padanya, kasih sayangnya seolah tak pernah pudar.

Ibu, semoga engkau selalu disayangi sebagaimana engkau menyayangiku sejak kecil.

24 tahun yang lalu, aku hanya makhluk lemah. Yang cuma bisa menangis jika lapar dan tidak ijin ketika mengeluarkan kotoran. Tetapi, ada satu lelaki yang selalu ikhlas dalam merawat, mengasihi, serta mengajakku bercanda.

Kuingat kembali saat wajahnya memerah padam, lantas memukul kakiku keras-keras sebab mendapatiku berbuat nakal. Namun setelah aku tertidur dalam keadaan terisak, beliau memelukku dengan rasa penyesalan dan kasih sayang. 24 tahun kemudian, kudapati sebagian rambutnya memutih, kulitnya mulai kendur.

Ah, betapa banyak dosaku kepadanya. Berkali-kali aku membuatnya marah dan kecewa, padahal sebagian darahnya mengalir dalam tubuh ini. Rela lapar agar aku kenyang. Rela menahan dahaga asal aku tak kehausan. Ayah, terimakasih, atas segala pengorbananmu.

24 tahun sudah aku bernafas di dunia ini. Sekian episode dari kehidupan ini telah kulalui. Terkadang keberadaanku membuat orang lain suka, namun tak jarang pula menghadirkan rasa benci di dalam benak hehati.

Sudah tak terhitung lagi berapa banyak perasaan yang terluka oleh ucapan yang keluar dari bibir ini. Padahal, bukankah keselamatan setiap jiwa berada pada ujung lisan? Tak lepas pula sikap sombong, dan angkuh ini, menjadikan setiap mata merasa muak menatapku.

24 tahun ini akan menjadi rangkuman dari setiap amal yang akan mengarahkan ke mana jiwaku menepi. Pada keselamatankah? Atau sebaliknya?

Di usia yang ke 24 tahun ini, ingin kutulis sebuah rasa yang selama ini menggaung di dalam batin, “Tuhan, mohon sampaikan permintaan maafku kepada hati-hati yang terluka oleh sikapku.

Tuhan, Engkau tahu siapa sebenarnya aku. Ketika aku dipuji insan lain, jelas itu bukan karena aku manusia mulia, melainkan karena Engkau masih sudi menutupi segala aib dan kehinaan yang ada pada diriku.”

Jika berkenan, ya Tuhan, peluklah hamba yang dhoif ini dengan segenap kasih sayangMu. Sejenak saja. Hingga pada saatnya aku tahu, bahwa Engkau dan seluruh semesta telah memaafkanku.

Akhir Kata

Demikian artikel mengenai Contoh Cerpen Tentang Ibusemoga bisa bermanfaat. Jika anda membutuhkan artikel tentang contoh cerpen atau puisi silahkan cari di website ini.

Terimakasih sudah membaca artikel kami tentang Contoh Cerpen Tentang Ibu. Pastikan anda mendapatkan satu ilmu sebelum menutup halaman ini. Jika anda kembali ke web penulisngapak.com, kami pastikan anda akan mendapatkan ilmu yang lebih banyak dan lebih bermanfaat untuk anda dan orang-orang disekitar anda.

“Penulisngapak.com menulis untuk umat”

Leave a Comment