Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu.jpg

7+ Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu dan Humor Yang Buat Badmoodmu Ilang

Contoh Cerpen Cerita Pengalaman Pribadi Lucu – disaat anda galau anda pasti butuh hiburan. Coba deh baca artikel ini di artikel ini anda akan menemukan cerita-cerita lucu yang buat galaumu hilang. Jangan lupa share juga ke temanmu yang saat ini sedang galau.


Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu


cerita pengalaman pribadi lucu

Judul : Tukang Parkir
Karya : Fitrah Ilhami

Kisah berikut ini merupakan kisah nyata saat kami sekeluarga sedang menghadiri pernikahan kerabat.

Nah, saat mobil yang kami tumpangi akan parkir, terdengar aba-aba dari juru parkir,

“Mundur terus,” perintah si tukang parkir itu.

Supir kami ya nurut aja pada perintah si tukang parkir. Dimundurkanlah mobilnya.

“Terus … terus … terus mundur,” kali ini tukang parkir setengah berteriak.

Supir kami nurut. Meski nampak ragu, karena memang di belakang mobil berdiri pohon asam.

“Terus, Pak. Mundur terus. Masih jauh.” Sekarang si tukang parkir nyemprit-nyemprit pakai peluitnya.

Si supir nurut saja. Diinjaknya lagi pedal gas mobil agak dalam. Mungkin supir berpikir toh nanti pasti ada aba-aba dari tukang parkir kapan harus mobil harus berhenti.

“Terus mundur, Pak!” Tukang parkir berteriak.

Oke mundur lagi. Hingga pada akhirnya. “Dug!!!” Body belakang mobil numbuk pohon asem.

“Nah, oke stop, Pak. Cukup.” Tukang parkir mengangkat tangannya memberi aba-aba agar si supir berhenti.

Mengetahui mobilnya ringsek, si supir kami berteriak, “Stop gundulmu, ya? Mobilku sudah nabrak pohon asem, kamu baru bilang stop!”

Hikmah yang dapat kita ambil; Jangan percaya pada tukang parkir. Percayalah hanya pada Allah.


Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu


Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu

Judul : Telepon Singkat
Karya : Fitrah Ilhami

Rani sedang sibuk menata jajanan yang akan di jualnya di pasar ketika ponselnya berdering.

“Assalamualaikum.” Rani mengangkat telepon tersebut.

“Waalaikumsalam,” sahut si penelepon yang ternyata laki-laki. “Bisa bicara dengan Rani?” imbuhnya.

Rani mengangguk. “Ya, saya sendiri.”

“Beneran Dek Rani masih sendiri?” suara si penelepon terdengar histeris. “Aku juga masih sendiri loh, Dek? Kalau gitu mau gak Dek Rani jadi pacar aku?”

Tut … tut … tut …. Telepon terputus.


Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu


Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu
http://www.iics.sch.id

Judul : Kisah Indah Mengajar TK
Karya : Fitrah Ilhami

Ada-ada saja kelakuan anak-anak kecil itu. Lucu dan menggemaskan. Seperti Senin lalu misalnya, ketika sedang akan memulai untuk mengajar ekstrakulikuler Bina Vokalia di salah satu TK Islam di Surabaya, tiba-tiba seorang adik didik, Naura namanya, menghampiriku.

“Kak Fitrah, aku sudah bisa loh main piano,” ujarnya dengan mata berbinar.

Aku mengusap kerudung mungilnya, “Wah, Naura pinter banget.”

Yang kupuji tersipu, lantas kembali duduk di lantai.

Mungkin karena tak mau kalah dengan Naura, Alya, siswi yang lain, juga ikutan maju, “Kalau aku sudah bisa nyanyi, Kak,” tuturnya.

“Ah iya, Alya juga pinter,” timpalku. Alya pun kembali duduk dengan senyum yang masih menggantung di bibirnya.

“Kak,” kali ini Daffi yang maju. “Kalau aku sudah bisa main petak umpet.”

Aku menggaruk leherku yang tak gatal. Apa hebatnya sudah bisa main petak umpet? Aku saja yang bisa mengupil pakai jari sendiri sejak umur 4 tahun saja gak bangga-bangga amat, pikirku. Tapi karena takut menyinggung perasaan Daffi, aku pun memujinya, “Wow, Daffi hebat banget yakk.”

Ahh, aku langsung berfikir, andai saja diri ini dapat mengulang waktu kembali ke masa TK, aku pasti bilang ke Ibu Sari, guru TK-ku dahulu, “Bu, aku sudah bisa mengupil pakai jari sendiri loh, Bu.” Pasti Bu Sari akan bilang kepadaku sembari mengacungkan dua jempolnya, “Wah, Fitrah sekarang sungguh hebat. Top dah, Ibu bangga dengan kemampuan kamu, Fit.”

Tiba-tiba lamunan tentang masa-masa TK-ku itu berantakan saat Izah, murid yang lain, mendatangiku. Mungkin ia juga ingin ‘pamer’ keahliannya kepadaku.

“Kak,” ujar Izah. “Aku baru ulang tahun loh.”

Oh, tebakanku ternyata salah. Izah ingin mencuri perhatianku bukan dengan pamer keahlian, melainkan dengan pemberitahuan ulang tahunnya.

“Wah, panjang umur ya Izah,” kataku tersenyum. Izah pun terlihat girang. “Ehh, tapi ngomong-ngomong, ulang tahunnya Izah itu tanggal berapa?” sambungku bertanya.

“12 Januari, Kak.” Izah menjawab dengan muka polos.

Mendengar hal itu aku langsung terbengong-bengong. Sebab, saat ini adalah bulan Maret.


Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu


Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu.jpg

Suatu sore pada Desember lalu, Surabaya diguyur hujan lebat. Sialnya, aku yang saat itu baru selesai ikut seminar motivasi di salah satu hotel tengah kota, lupa membawa jas hujan. Aku berfikir (eh, baru sadar ternyata aku punya pikiran juga), kalau aku nekat menerobos hujan ini dengan naik motor tanpa jas hujan, bisa-bisa masuk angin nantinya. Sudahlah, lebih baik aku berdiri di luar pintu lobby hotel sembari menunggu hujan reda, lanjutku membatin.

Lima-sepuluh menit berlalu, namun tetes air langit itu tak jua mereda. Malah hujan makin deras saja, membuat aku yang mematung di luar pintu hotel terkena tempiasnya. Aku beringsut mundur menghindari percikan hujan. Dan saat itulah, telingaku menangkap suara wanita dari dalam hotel …

“Pak, masuk saja, biar Bapak tak kebasahan,” ujar wanita itu, yang ternyata resepsionis hotel.

“Tidak usah, Mbak. Saya di sini saja, terimakasih.” Jawabku. Ah, mbak resepsionis ini baik sekali, gumamku.

“Pak, silahkan masuk. Hujannya makin deras,” ucap resepsionis itu kembali, seolah tak menghiraukan penolakanku barusan.

Aku merasa ada yang ganjil. Sepertinya mbak itu tidak sedang berbicara kepadaku. Maka refleks aku menolehkan wajah ke arah samping kananku. Dan ternyata benar, Kawan. Di sampingku berdiri juga seorang pria paruh baya mengenakan jas bagus, rambutnya klimis, tampilannya mirip bos perusahaan besar.

“Terimakasih, Mbak. Tapi ini jemputan saya sudah datang,” kata orang mirip bos itu dengan sopan. Lalu, sebuah mobil sedan mewah berhenti di halaman lobby, dan orang itu pun masuk ke dalamnya.

Setelah sedan mewah tersebut melaju, mbak resepsionis itu pun langsung masuk ke dalam hotel, meninggalkanku tanpa mengucap sepatah kata pun.

Karena tersinggung, aku memutuskan pulang meski hujan belum berhenti. Masuk angin masuk angin, dah.

Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu

Judul : Labil karena Hamil
Karya : Fitrah Ilhami
Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu.jpg
http://jualproduktiens.com

Entahlah, akhir-akhir ini istriku sering menunjukkan sikap yang labil lagi sensitif. Dan, setiap kutanyakan mengapa ia labil seperti itu, istriku selalu menjawab sembari mengelus-elus perut buncitnya sendiri, “Ini bawaan Dede’, nih.” Dede’ adalah sebutan untuk anak yang sedang dikandungnya.

Ah, kasihan benar anakku, belum lahir juga sudah dipojok-pojokin.

***
Kuberi dua contoh kelabilan istriku semasa hamil …

Contoh pertama;

“Bang, aku pingin pulang kampung. Aku kangen banget sama Bapak dan Mama,” ujar istriku pada suatu sore dengan tampang memelas.

Tak ingin mengecewakannya, aku langsung turuti permintaan tersebut. “Ayo kuantar Neng pulang kampung. Kapan? Besok?”

Maksud hati kan ingin mengiyakan kemauan istri. Eh, ternyata ia membalas seperti ini, “Ah, Abang sebenarnya pingin ngusir aku ya, kan? Bilang saja kalau Abang mau ngusir aku secara halus.”

Mendapati hal tersebut, aku mengira sebentar lagi istriku akan bersenandung sedih, “Pulangkan saja, aku pada Ibuku juga Ayahku … Huouooo…”

Ah, untungnya hal itu tidak terjadi.

***
Contoh kedua …

Istriku sedang mematut-matut diri di depan kaca televisi yang sedang mati (maklum belum punya cermin dinding), saat ia berkata dengan nada kecewa, “Abang, aku tambah gendut, ya?”

Hampir saja aku membenarkan pernyataan istriku itu, andai tak ingat bahwa bagi kaum hawa, urusan berat badan adalah sesuatu yang bisa membuat mereka mau menceburkan diri secara sukarela jika disinggung. Maka demi keselamatan jiwa sang istri, aku menjawab pertanyaannya dengan berkilah, “Neng gak gendut kok.”

“Ah, Abang pasti bohong. Bilang saja kalau aku memang gendut. Jujur saja, aku lebih suka orang yang jujur.” Istriku sewot.

Takut istri makin meradang karena aku berbohong, akhirnya aku memilih untuk jujur jua. “Iya, Neng benar. Sekarang Neng makin gendut aja.”

Eh, bukannya mereda, istriku malah bilang begini, “Ah, Abang tega banget bilang aku gendut. Gak tau apa kalau perempuan itu sensitif banget kalau ngomongin berat badan? Bohong sedikitlah buat nyenengin hati istri.”

Loh? Bukannya tadi ketika aku bohong, aku disuruh jujur. Giliran aku sudah jujur, eh, disuruh bohong lagi.

Ah, sudahlah, aku mau nyebur sumur dulu.

Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu

Judul : Sudah Bosan
Karya : Fitrah Ilhami
Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu.jpg
maxmanroe.com

Dahulu, saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, aku punya kecenderungan berdoa supaya guru yang kuanggap jahat, killer, atau membosankan saat mengajar tidak bisa datang ke sekolah, hingga jam pelajaran menjadi kosong. Dengan begitu aku tak perlu pusing dan jenuh di dalam kelas karena melihat guru tersebut mengajar dengan cara yang tidak menyenangkan.

***
Sepuluh tahun kemudian …

Aku baru saja memarkir motorku di halaman depan sekolah, saat seorang siswa berbicara kepadaku.

“Pak, Bapak kokk masuk sih?” tanyanya membuatku merasa kebingungan.

“Maksudnya?” aku berbalik tanya.

“Gak usah masuk, Pak. Biar kelas kita jadi kosong dan aku bisa mainan. Aku bosen Bapak ngajar terus,” ujarnya.

Hatiku langsung mengecil kala mendengar hal itu. Berarti caraku mengajar pastilah dianggap membosankan oleh murid-murid. Tiba-tiba saja aku ingat kelakuanku saat SMP dahulu. Bedanya, kalau sepuluh tahun yang lalu aku hanya berani berdoa saat mendapati guru yang menjenuhkan saat mengajar, saat ini muridku malah berani terang-terangan mengatakan kalau dia bosan saat kuajari.

Ah, sepertinya benar bahwa aku tidak cocok kerja di darat. Aku lebih cocok kerja di air. Jadi tukang kuras WC.

Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu

Judul : Salah Siapa?
Karya : Fitrah Ilhami

Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu.jpg

Suatu sore, sepasang suami istri yang sudah menjalani enam tahun biduk pernikahan terlibat pertengkaran kecil. Rupa-rupanya percekcokan ringan itu dipicu oleh kedatangan Bu Ratih, pemilik toko kelontong sebelah, yang menagih hutang beras tadi pagi.

“Mas, tadi Bu Ratih datang nagih hutang beras. Aku minta uangnya,” tukas sang istri membuka pembicaraan.

“Nanti saja ya, Dek. Mas lagi gak ada uang. Mana belum gajian,” timpal suami sembari menyeruput kopi.

Sang istri cemberut, “Aku malu ditagih-tagih terus, Mas.”

“Ya bilang ke Bu Ratih, bayarnya nanti kalau suami sudah gajian,” jawab suami dengan santainya. Parahnya, hal itu malah membuat sang istri bertambah merengut.

“Mas …,” sang istri siap mengomel. “Kenapa sih sebelum menikah dulu, Mas gak bilang kalau sebenarnya Mas gak punya harta? Tahu gitu kan, dulu aku mikir-mikir lagi untuk menerima Mas jadi suamiku.”

Yang diomeli segera meletakkan gelas kopi yang digenggamnya, lalu menimpali, “Loh, bukankah dahulu sebelum kita nikah, aku selalu bilang, ‘DEK, SUNGGUH, SATU-SATUNYA HARTA YANG KUMILIKI DI DUNIA INI HANYALAH KAMU.’ Tapi setiap kali aku ngomong begitu, kamu selalu menjawab sambil lompat-lompat, ‘Oh … Mas ini so sweet banget… cinta, cinta, cinta.’”

Sang istri langsung menggelepar di lantai, mirip ayam lagi kejang. Ia baru sadar dengan arti kalimat yang selalu dikatakan suami padanya sebelum mereka menikah.

Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu

Judul : Film Horor
Karya : Fitrah Ilhami
Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu.jpg

Kemarin sore, secara tak sengaja aku menonton film horor Indonesia. Kubilang tak sengaja karena memang aku asal pencet remot televisi, tanpa merencanakan siaran apa yang hendak kunikmati. Kalau tak salah ingat, film misteri itu berjudul; “Azab Suka Makan di Depan Pintu”.

Bukannya begidik ngeri, membaca judul film itu malah membuatku tersenyum geli. Lah, apa hubungannya makan di depan pintu dengan azab? Tanyaku pada diri sendiri. Sayang, sepertinya aku sudah tertinggal alur cerita film itu cukup jauh, hingga pertanyaan yang menggema di kepala ini tak mungkin terjawab. Aku mengira film tersebut akan segera usai karena tokoh utamanya sudah mati.

Tapi aku masih sempat menonton adegan di mana arwah si tokoh utama bernama (anggap saja) Jono sedang memegangi tangan tokoh perempuan bernama Andin, yang sedang menyebrang jalan. Nah, karena dipegangi begitu erat, alhasil Andin tak bisa melanjutkan langkahnya, sial, ia terhenti tepat di tengah jalan raya yang dilintasi banyak kendaraan berlaju kencang. Dan seperti yang kuduga, akhirnya si Andin ditabrak truk sampah.

Lalu dibawalah mayat si Andin ke rumahnya. Sesampainya, jenazah Andin langsung dibacakan Al-Qur’an oleh para pelayat.

Dan adegan setelahnya ini yang membuat aneh isi cerita horor tak jelas
ini …

Saat orang-orang sibuk membacakan Al-Qur’an untuk jenazah Andin, eh, lah kok arwah si Andin malah bermesraan dengan arwah Jono di atas genteng rumahnya. Di bawah baca Qur’an, di atas buat pacaran. Sungguh terlalu.

Oh… Aku langsung mengambil kesimpulan, bahwa ternyata Andin ini pacarnya Jono sewaktu mereka hidup. Lah, mengapa Jono memegangi tangan Andin saat perempuannya itu menyebrang jalan? Tak lain dan tak bukan karena Jono ingin Andin ikut mati, dan akhirnya arwah mereka bisa melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius. Dasar setan!

Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu

Judul : BUKAN
Karya : Fitrah Ilhami
Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu.jpg
http://tni-alutsista.blogspot.com

Ketika Aziz melihat sebuah helikopter mengudara di atas pandangannya, ia langsung berseru-seru.

“Lut, cepat kemari,” panggil Aziz kepada Lutfi, kakanya, yang saat itu sedang asyik menonton film kartun di dalam rumah. “Itu di atas ada HELIKOTENG,” imbuhnya. Yang dipanggil langsung melesat keluar rumah.

“Mana, Ziz?” sahut Lutfi tak kalau heboh.

“Itu … itu HELIKOTENG-nya.” Tukas Aziz sembari menunjuk langit.

Lutfi menengadahkan pandangan ke arah yang ditunjuk adiknya itu. Kemudian ia berkata, “Oh, itu bukan HELIKOTENG, Aziz. Kamu salah.”

Aziz pun membalas, “Loh, kalau bukan HELIKOTENG, terus itu namanya apa, Lut?”

Dan dengan bersedekap, mirip sikap seorang guru yang ingin memberi pengetahuan baru pada muridnya, Lutfi pun bertutur, “Itu HELIKOPENG, Adikku. Yang kau tunjuk itu HELIKOPENG, bukan HELIKOTENG.”

Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu

Judul : ROMBONG(AN)
Karya : Fitrah Ilhami
Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu
indowarta.com

Samiun sedang menjadi pembawa acara peringatan Isro’ Mi’roj untuk pertama kali dalam hidupnya. Tentu saja mendapat kepercayaan dari panitia untuk menjadi MC, membuat Samiun girang bukan buatan. Apalagi salah tamu yang dijadwalkan hadir di perayaan itu adalah Ibu Walikota Surabaya. Hati Samiun makin berbunga-bunga.

Maka, ketika tamu istimewa tersebut turun dari mobil dinas bersama para ajudan, menuju tempat duduk yang khusus disediakan panitia di barisan paling depan, harusnya Samiun menyambut Ibu Walikota dengan kalimat seperti ini:

“Kami ucapkan selamat datang kepada Ibu Walikota BESERTA ROMBONGANNYA.”

Tapi karena mungkin Samiun terlalu percaya diri, yang keluar dari bibirnya malah ucapan seperti ini:

“Kami ucapkan selamat datang kepada Ibu Walikota BESERTA ROMBONGNYA.*”

*Rombong (Bahasa Surabaya) = Gerobak Dorong.

*Beserta Rombongnya = Beserta Gerobak Dorongnya.

*Berarti Ibu Walikota adalah tukang bubur yang tiap hari keliling kampung, jualan bubur pakai gerobak dorong.

###

KEDUDUKAN
=============

Pada acara yang sama, Makmun, teman Samiun, telat hadir di peringatan Isro’ Mi’roj. Karena bangku duduk sudah dipenuhi oleh paraf hadirin, Makmun langsung berseru kepada panitia;

“Panitia, mana kursinya? Saya mau dapat KEDUDUKAN di sini.*”

*Dapat KEDUDUKAN. Mungkin, maksudnya ingin mendapat tempat duduk.

Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu

Judul : TKI dan PNS
Karya : Fitrah Ilhami
Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu
uniqpost.com

“Istrimu di mana, Min?” tanya Ikhsan pada Parmin.

“Kerja, jadi TKI di Hongkong,” tukas Parmin.

Dahi Ikhsan terlipat, bingung, “TKI itu apa, Min?” tanya Ikhsan lagi.

“Aku juga gak tau,” timpal Parmin. “Tapi kata orang-orang, TKI itu singkatan Tenaga Kerja Indonesia. Kalau istrimu kerja apa, San?” kali ini gantian Parmin yang bertanya.

“PNS.” Terang Ikhsan.

“Apa itu PNS, San?”

Iksan menjawab, “Pegawai Negeri Swasta. Jualan Lontong Sayur. Jadi kerjanya SWASTA, tapi kelilingnya masih di kampung-kampung dalam NEGERI.”

Parmin manggut-manggut, “Oh, begitu, toh? Sekarang aku sudah tau apa itu PNS. Makasih, San.”

“Iya, sama-sama.”

Akhir Kata

Demikian artikel mengenai Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu, semoga bisa bermanfaat. Jika anda membutuhkan artikel tentang contoh cerpen atau puisi silahkan cari di website ini.

Terimakasih sudah membaca artikel kami tentang Contoh Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu. Pastikan anda mendapatkan satu ilmu sebelum menutup halaman ini. Jika anda kembali ke web penulisngapak.com, kami pastikan anda akan mendapatkan ilmu yang lebih banyak dan lebih bermanfaat untuk anda dan orang-orang disekitar anda.

“Penulisngapak.com menulis untuk umat”

Tinggalkan komentar