Cerpen Pengalaman Pribadi - Inilah Contoh Cerpen Pengalaman pribadi saat menulis hal-hal yang lucu, unik tentang kehidupan sehari-hari selama liburan sekolah yang disajikan secara singkat untuk koleksi pribadi

5 Cerpen Pengalaman Menulis Hal-Hal Yang Lucu Dan Tak Terlupakan

Cerpen Pengalaman– Inilah Contoh Cerpen Pengalaman pribadi saat menulis hal-hal yang lucu, unik tentang kehidupan sehari-hari selama liburan sekolah yang disajikan secara singkat untuk koleksi pribadi. Semoga Anda menyukai tulisan-tulisan berikut ini

Cerpen Pengalaman Pribadi

Judul : Kasih Sayang
Karya : Fitrah Ilhami
Cerpen Pengalaman Pribadi - Inilah Contoh Cerpen Pengalaman pribadi saat menulis hal-hal yang lucu, unik tentang kehidupan sehari-hari selama liburan sekolah yang disajikan secara singkat untuk koleksi pribadi

“Secara psikologis, kasih sayang seseorang kepada cucunya, akan lebih besar daripada pada anaknya sendiri.”

Kata-kata di atas aku dengar saat mengikuti bedah buku ‘Jalan Cinta Para Pejuang’ karya Salim A. Fillah sekitar 6 tahun yang lalu.

“Kasih sayang itulah,” lanjut Salim, “yang dirasakan oleh Nabi Ibrahim kepada Ismail. Rasa sayang yang teramat sangat. Mungkin karena memang Usia Ibrahim lebih dari 80 tahun ketika dikaruniai keturunan: Ismail. Jadi kasih sayang Ibrahim lebih mirip kakek ke cucu, daripada ayah ke anak. Kita bisa bayangkan betapa galaunya Nabi Ibrahim tatkala Allah memerintahkannya menyembelih Ismail sebagai ujian. Tapi ketaatan dan kecintaannya pada Allah, meloloskan Ibrahim dari ujian.”

Sepulang dari bedah buku itu aku lupa tentang materi tersebut. Namun tiba-tiba ingat hal itu saat pulang kampung beberapa waktu lalu. Di malam pertama menginap, anakku rewel, gak mau tidur. Kami mengira anakku kecapekan setelah melakukan perjalanan apalagi hawa saat itu sangat panas. Jadilah kami kipas-kipasin tubuh si kecil. Namun sampai larut malam, ia tak kunjung terlelap. Kakek nenek si kecil sampai sibuk nyalain dua kipas angin buat cucunya itu. Hingga sampai jam 3 dini hari barulah anakku bobo.

Dan keesokan harinya, sekitar jam 10, ada petugas plus teknisi dari sebuah kantor elektronik datang ke rumah. Katanya mau masang AC. Masang AC! Mertuaku langsung beli AC setelah melihat cucunya gak bisa bobo karena kepanasan kemarin malam.

Padahal, sudah lama istri dan adik iparku minta kepada Bapak supaya dibelikan AC tapi tidak dibeli-belikan. Dan baru beli AC, hanya karena ingin lihat cucunya, yang hanya tinggal beberapa hari di kampung, bisa tidur nyenyak.

Cerpen Pengalaman Lucu

Judul : Lucu?
Karya : Fitrah Ilhami
Cerpen Pengalaman Pribadi - Inilah Contoh Cerpen Pengalaman pribadi saat menulis hal-hal yang lucu, unik tentang kehidupan sehari-hari selama liburan sekolah yang disajikan secara singkat untuk koleksi pribadi

“Fit, aku punya cerita lucu bersama anakku. Mungkin bisa kamu tulis. Kamu kan suka nulis hal-hal lucu.”Begitulah ucap seorang teman padaku ketika ia silaturahmi ke rumah kami. Aku mengangguk, istriku yang berada di samping juga siap mendengar kisahnya. Kalau dilihat dari ekspresi mukanya sih, sepertinya cerita yang akan dia sampaikan beneran lucu.

Tanpa banyak waktu ia langsung bercerita. “Kau tahu anakku yang kecil, kan? Dia kan punya kulit putih. Gak seperti aku, ibunya ini.”

Iya. Aku tahu. Kalau tidak salah ingat, anaknya lahir dua minggu setelah anakku. Laki-laki. Kulitnya putih bersih, ganteng. Agak beda dengan ibunya yang tak punya kulit seterang sang anak.

“Lalu?” aku bertanya. Menunggu kelucuan apa yang akan aku dapat nantinya.

“Nah, kemarin aku mengantar anakku imunisasi di puskesmas. Kebetulan di sana antri. Nah, saat ngantri itulah ada seorang ibu bertanya sambil nunjuk anakku, ‘Mbak, ibunya anak ini kerja? Kok diantar baby sitter?’ Ya, aku bilang kalau aku ini ibunya, Fit. Terus dia minta maaf, karena ngira kalau aku ini baby sitter. Soalnya kulitku dan si kecil beda banget. Hahaha.” Temanku menghentikan kisahnya dengan ketawa.

Aku terdiam.

“Gimana? Lucu kan, Fit? Tulis dong, Fit, kisah ini. Pasti banyak yang suka.” Kali ini temanku terlihat tulus sekali meminta.

Untuk menyenangkan hatinya, aku pura-pura mengangguk, “Iya lucu. Hihihi.”

Padahal dalam hati aku sedih, sebab bagiku itu adalah kisah tragis. Sungguh, tak ada yang lebih tragis daripada ketika orang yang menganggap kita adalah baby sitter-nya anak kandung sendiri karena perbedaan warna kulit dan bentuk wajah.

Ah, seandainya aku yang berada di posisinya kala itu, mungkin aku akan pulang dari puskesmas nangis-nangis sambil jumpalitan di jalan.

TAMAT

NB: Untuk yang merasa, sudah aku tulis, ya, pengalaman lucu atau mirismu ini.

Cerpen Pengalaman Diri Sendiri

Judul : Cie-Cie
Karya : Fitrah Ilhami

Cerpen Pengalaman Pribadi - Inilah Contoh Cerpen Pengalaman pribadi saat menulis hal-hal yang lucu, unik tentang kehidupan sehari-hari selama liburan sekolah yang disajikan secara singkat untuk koleksi pribadi

Kenapa setiap aku nulis hal-hal yang motivatif, inspiratif, romantis teletabis, selalu aja ada yang komennya buat aku miris?

Ceritanya kemarin aku nulis tentang hakikat kehilangan, dan bahwa di dunia ini tak ada yang kekal, semua akan mati, dan yang abadi hanya Ilahi Robbi. Tulisan itu aku buat dengan sepenuh penghayatan, sampai aku lupa kalau sedang kebelet pipis. Setelah selesai, aku posting deh tulisan itu ke FB. Mudah-mudahan ada manfaat bagi pembaca, pikirku.

Tak berapa lama ada beberapa notif komentar masuk. Dan aku nyesek baca komentar-komentar itu:

“Eh, tumben kok jadi orang bener.”

Pingin sekali aku jawab, “Iya lututku yang kemarin luka karena jatuh dari odong-odong udah sembuh, nih. Jadi bisa mikir bener.”

Terus ada lagi yang komen begini, “Ini yang posting beneran Fitrah?”

Maunya diposting Raisa?

“Abis makan sayur, ya? Jadi otaknya segar dan lurus.”

Ndak, aku abis makan sosis so nice.

“Fitrah ada apa? Kayaknya lagi lapar nih. Kok nulisnya sedih-sedih?”

Hallo… Biarpun aku pernah nulis buku komedi, tapi aku kan punya rasa sedih. Seperti orang lain, aku juga ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali, semua semua semua dapat dikabulkan, dapat dikabulkan dengan kantong ajaib. *loh?

Di rumah malah lebih parah, pas pulang istriku yang ternyata udah baca postinganku barusan, tiba-tiba jadi sering mencie-cie suaminya ini.

Aku mau sholat, istri bilang, “Ciye yang tadi posting tentang Ilahi. Sekarang jadi rajin sholat. Inget mati ya, Bang?”

Aku mau ngaji, “Cie yang tadi udah posting tentang kematian, tambah rajin aja, nih.”

Aku masuk kamar mandi, istri mencie-cie lagi, “Cie yang lagi kebelet boker, cie.”

Jika seperti ini keadaannya, apakah aku harus mecahin gelas biar ramai, lalu lari ke hutan belok ke pantai?

Akan tiba suatu masa ketika seseorang pergi dalam hidupmu. Entah pergi dengan penuh kenangan manis atau sebaliknya. Apapun itu, yang jelas ia pergi membawa sepotong hatimu. Lalu rasa sakit mendera dan menyiksamu hingga air mata jatuh membasahi pipi.

Ketahuilah, sakit itulah yang pernah dirasakan Abu Bakar ketika mendengar khotbah terakhir Rasulullah. Ia menangis, suaranya serak menderu. Dadanya sesak. Ia tahu tak lama lagi sang pembawa cahaya akan berpulang. Namun, saat Rasul benar-benar wafat, ia menjadi satu-satunya orang yang paling rela dan tegar, bahkan ia menyadarkan Umar bin Khotob yang siap memenggal siapapun yang berkata bahwa Muhammad sang kekasih, meninggal.

Maka, relakan setiap kepergian. Semoga dengan begitu jiwamu mendamai. Jika harus menangis, menangislah. Tak apa. Sebab air mata adalah doa terindah tatkala bibir sudah tak mampu lagi mengucap pinta. Namun setelah itu bangkitlah. Lanjutkan perjalanan hidupmu. Biarkan hatimu yang koyak itu menumbuhkan kembali sepotong hati yang baru.

Dan biarkan waktu yang akan memberimu pemahaman, bahwa setiap yang kita miliki akan pergi. Orang-orang terkasih pasti mati. Dan yang abadi hanyalah Robbul Izzati.

Cerpen Pengalaman Pribadi Lucu

Judul : Salah Paham
Karya : Fitrah Ilhami

Cerpen Pengalaman Pribadi - Inilah Contoh Cerpen Pengalaman pribadi saat menulis hal-hal yang lucu, unik tentang kehidupan sehari-hari selama liburan sekolah yang disajikan secara singkat untuk koleksi pribadi

Hati-hati berbicara dengan wanita pasangan Anda. Sebab salah menyusun kata, bisa berantakan suasana.

***

Suatu pagi istriku membuat masakan yang paling aku suka. Harum masakan itu menyeruak membelai hidungku, membuat perut keroncongan. Setelah masakan dihidangkan, dengan sekali bismillah, langsung kusambar piring, menciduk nasi dan mencampurnya dengan lauk yang sudah dimasak oleh istriku tadi. Tak berapa lama, masakan itu tandas kukunyah.

Sesudahnya, dengan mengelus perut penuh aku tersenyum dan berterimakasih kepada istri, “Yang, terimakasih, ya? Masakanmu hari ini lezat sekali.”

Pipi istriku nampak memerah, “Benarkah?”

Aku mengangguk, “Benar.”

Istriku makin tersipu-sipu, sambil memilin-milin kain serbet. Aku curiga ia akan menutupi wajahnya pakai kain serbet itu. Ah, benar kata orang, bahwa perempuan paling suka masakannya dibilang enak.

“Terimakasih sekali lagi, ya?” Aku menggenggam tangannya, berusaha romantis. “Kamu memang istriku yang nomer satu,” terangku.

Mendengar kata-kata tersebut, bukannya senang, istriku malah kelihatan emosi, “Apa? Istri NOMER SATU? Apa maksudnya itu? Oh, Mas pingin bilang kalau mau punya istri yang NOMER DUA, NOMER TIGA, NOMER EMPAT, gitu?! Iya? Jawab! Ayo Jawab!”

Istriku sudah mengangkat tangannya, seperti hendak menjerat leherku pakai kain serbet yang ada di tangannya. Suasana romantis benar-benar berubah jadi kacau balau.

“Ayo jawab, Mas!” Perempuan itu melotot.

Buru-buru kuambil sandal. Kabur.

Cerpen Pengalaman Orang Lain

Judul : Masih Cerita Sang Kontraktor (Pencari Rumah Kontrakan)
Karya : Fitrah Ilhami

Cerpen Pengalaman Pribadi - Inilah Contoh Cerpen Pengalaman pribadi saat menulis hal-hal yang lucu, unik tentang kehidupan sehari-hari selama liburan sekolah yang disajikan secara singkat untuk koleksi pribadi

Semalam ada teman memberi info kepadaku kalau di sekitar daerah ia tinggal, ada rumah dikontrakkan. Bangunannya tidak besar sih, katanya lagi, tapi harganya cukup terjangkau; 4 juta pertahun. Ah, lumayan, pikirku, mengingat harga kontrakan di Surabaya rata-rata berkisar 10 sampai 19 juta pertahun!

Segera aku minta alamat si pemilik rumah itu dan langsung menyambanginya.

“Assalamualaikum, Bu. Apakah rumah masih ini dikontrakkan?” tanyaku kepada tuan rumah.

“Waalaikumsalam,” sahutnya. “Oh, maaf Mas. Rumahnya sudah dikontrak orang. Baru dua minggu yang lalu.”

Ah, bukan rejeki. Aku tertunduk lantas pamit undur diri.

Sesampai di rumah, iseng-iseng aku dibantu adikku cari kontrakan via internet. Google jelas jadi andalan. Kuketik kata ‘Rumah Kontrakan di Surabaya’ di mesin pencari. Dan mataku terbelalak saat membaca harga sewanya rata-rata berkisar 20-30 juta pertahun! Gila! Kalaupun punya uang segitu, ya mending aku belikan becak motor terus ngojek, deh. Kalau mau bobo ya bobo di atas becak itu saja.

Ganti kata. Kali ini kutulis di kolom pencari: ‘Rumah dikontrakan di Surabaya tapi yang MURAH!”

Sengaja aku tulis kata murah dengan huruf kapital dan tanda seru. Biar Google ngerti inginku. Namun lagi-lagi harga sewa masih di luar jangkauan.

Kuhapus lagi kalimat yang baru kuketik barusan. Kemudian kuganti dengan kata-kata, “Rumah kontrakan yang murah di Surabaya tapi di bawah 10 juta!”

Dengan begini, batinku, search engine Google akan memilah iklan rumah kontrakan sesuai kemampuanku.

Dan cling. Di layar nampak ada iklan rumah disewakan dengan harga 6 juta pertahun. Ah, tak masalah, pikirku. Daripada tidak dapat kontrakan.

Kuklik iklan itu berharap bisa melihat gambar bangunannya. Dan terkejutlah aku, karena yang dikontrakkan dengan 6 juta pertahun itu bukan bangunan berbentuk rumah seperti pada umumnya, melainkan sekotak peti kemas kontainer yang sudah dimodifikasi. Ada jendela dan kipas angin. Tapi kotak peti kemas ini dulunya biasa dibuat ngangkut barang dan diletakkan di atas truk. Emang aku besi tua, apa?

Nasib … nasib!

Cerpen Pengalaman Yang Tak Terlupakan

Judul : Pentingnya Bahasa Indonesia
Karya : Fitrah Ilhami
Cerpen Pengalaman Pribadi - Inilah Contoh Cerpen Pengalaman pribadi saat menulis hal-hal yang lucu, unik tentang kehidupan sehari-hari selama liburan sekolah yang disajikan secara singkat untuk koleksi pribadi

Andai tak dipersatukan oleh bahasa nasional –Bahasa Indonesia– mungkin akan terjadi banyak kesalahpahaman di negeri yang terdiri dari berbagai suku bangsa ini. Tunggulah, Kawan, akan aku ceritakan kepadamu satu kisah tentang pentingnya bahasa persatuan di dalam kehidupan bermasyarakat di negeri tercinta ini ….

***

Suatu sore di sebuah terminal bus kota, ada seseorang bapak-bapak yang berasal dari Bandung, sedang kebelet be’ol. Melangkahlah ia ke toilet umum. Sayangnya, sesampai di sana toiletnya penuh semua. Sambil berjingkat-jingkat ia menahan gejolak di perutnya. Ditunggu satu menit, dua menit, sepuluh menit, namun tak ada satu pun pengguna toilet yang keluar. Mungkin karena perutnya sudah terlalu melilit, ia memutuskan untuk mengetuk salah satu pintu.

“Atos, Pak?” tanya si bapak-bapak dari Bandung itu dengan menggunakan bahasa Sunda. Atos dalam bahasa Sunda artinya ‘SELESAI’. Jadi maksudnya si bapak ini bertanya pada yang ada di dalam toilet, apakah sudah selesai buang hajatnya?

Nah, kebetulan orang yang ada di dalam toilet itu adalah orang Surabaya asli. Dan yang jadi masalah adalah, kata ‘ATOS’ dalam bahasa Jawa Timur-an, itu bermakna ‘KERAS’.

Jadi saat ada seseorang yang bertanya padanya dari luar, “Atos, Pak?” Orang Surabaya itu langsung berseru dari dalam toilet,

“Enak saja dibilang atos! aku ini mencret tau?!”

Akhir Kata

Demikian artikel mengenai Cerpen Pengalaman, semoga bisa bermanfaat. Jika anda membutuhkan artikel tentang contoh cerpen atau puisi silahkan cari di website ini.

Terimakasih sudah membaca artikel kami tentang Cerpen Pengalaman. Pastikan anda mendapatkan satu ilmu sebelum menutup halaman ini. Jika anda kembali ke web penulisngapak.com, kami pastikan anda akan mendapatkan ilmu yang lebih banyak dan lebih bermanfaat untuk anda dan orang-orang disekitar anda.

“Penulisngapak.com menulis untuk umat”

Leave a Comment