cara-menjual-produk-mahal

Bagaimana Cara Menjual Produk Lebih Mahal Hingga 100 kali lipat Daripada Kompetitor

Cara Menjual Produk Mahal – Banyak orang yang pada saat ini berusaha menjual produknya lebih murah dibandingkan dengan kompetitor. Mereka berpikir bahwa produk yang lebih murah akan lebih mudah terjual lebih banyak. Namun faktanya tidak! seringkali customer malah enggan membeli produk yang murahan.

Disisi lain para penjual juga merasa kesulitan untuk menjual produknya lebih mahal dari kompetitor. Karena jika mereka menjual produk lebih mahal justru konsumen mereka akan berpindah ke kompetitor. Maka dari itu penting bagi anda untuk mengetahui bagaimana Rahasia menjual produk lebih mahal daripada kompetitor.

Bagaimana Cara Menjual Produk Mahal

cara-menjual-produk-mahal

Coba Anda Perhatikan… Bagaimana rasanya perasaan Anda apabila anda selalu ditolak saat menawarakan produk yang Anda jual? Tentu saja Anda merasa sangat kesal, bukan?

Yaps. Saya benar-benar mengerti sekali perasaan Anda. Kenapa? Karena Saya pun dulunya juga mengalaminya. Seperti yang Anda ketahui, buku-buku Dewa Eka Prayoga dijual dengan harga ‘kurang waras’, alias sangat mahal dibandingkan dengan buku-buku sejenis yang banyak beredar di pasaran.

Awalnya pun saya bingung bagaimana cara menjualnya, sampai dititik saya menemukan pola dan bagaimana rahasia menjual produk secara laris di pasaran. Apakah Anda juga penasaran? Tenang saja… Sebentar lagi Saya akan segera memberitahukanya.

Baca juga : Panduan Strategi Pemasaran Lengkap

Jadi Begini.. Sebelum Saya beberkan Rahasia Bagaimana Cara Menjual Produk Ukm Indonesia dengan Harga Mahal, terlebih dahulu Anda wajib mengetahui persepsi dari kata “MAHAL” itu sendiri seperti apa.

Contohnya, Anda menemukan situasi calon customer yang mengatakan seperti ini: “Mas, Berapa harga produknya?”. Ketika Anda menjawab pertanyaan tersebut, kemudian mereka spontan berkata, “Wow… Harganya mahal banget mas…!!”. Pernah mengalaminya?

Coba sekarang anda pikirkan… Sebenarnya, apakah yang (dikatakan) mahal itu memang benar-benar mahal?

Jawbannya adalah Tergantung. Lagi-lagi, hal ini soal persepsi setiap orang. Hal terserbut sama halnya ketika kita menjelaskan soal ukuran Kecil atau Besar. Kecil atau Besar, Sedikit atau Banyak, Mahal ataupun Murah, itu semua tergantung dengan apa dibandingkan dan apa yang berada dalam persepsi setiap orang.

Misal nih, Uang 100 ribu. Menurut Anda, Besar atau kecil?

Kalau pas lagi punya banyak uang, Uang 100 ribu mungkin dianggap Kecil… Betul? Tapi pas disuruh sedekah dengan uang 100 ribu menurut anda nilainya sangat Besar… Benar, kan? Udah ngaku aja deh :p Hehehe..

Contoh lain nih, Uang 100 juta. Menurut Anda, Sedikit atau Banyak?

Kalau di rekening anda pada saat itu cuma ada 1 juta, Uang 100 Juta akan terlihat Banyak sekali… Tapi jika di rekening anda ada uang sejumlah 1 Milyar, uang 100 Juta anda anggap Sedikit… Iya, kan? 😀

Nah, hal tersebut sama halnya dengan persepsi: MAHAL ataupun MURAH. Semua itu tergantung persepsi orang yang akan membeli produk tersebut.

Lantas, pertanyaan yang akan muncul sekarang adalah…. Bagaimana cara menjual produk atau jasa yang harganya mahal? Lebih Tepatnya, bagaimana tepatnya strategi yang harus kita lakukan ketika menjual produk (menurut calon pembeli) mahal?

Sebelum menjawab pertanyaan tersetut, cobalah Anda ketahui dahulu tentang 3 alasan berikut ini:

  • Calon Pembeli Tidak MAMPU Membeli Produk Terset. Hal Ini seringkali terjadi. Mereka tidak cukup mempunyai uang untuk dapat membeli produk Anda. Uang yang ada di kantong meraka sedikit, kere. Akhirnya, mereka bilang mahal, deh… Bisa jadi orang tersebut memang bukan target market yang ideal bagi Anda. Jadi, pastikan Anda benar-benar bisa  membidik target market yang “memiliki uang banyak”.
  • Calon Pembeli memang Tidak MAU Membelinya. Biasanya alasan ini merupakan alasan yang tidak terucap. Alasan yang sebenarnya adalah karena mereka memang tidak mau membeli produk Anda. Maka dari itu Jangan paksa mereka beli. Kan nggak butuh?
  • Produk Anda Memang Terlalu Mahal. Pada kenyataannya, mereka dapat mendapatkan produk yang serupa di tempat lain dengan harga yang jauh lebih murah. Jika calon pembeli dapat membeli produk yang sama persis dengan harga lebih murah dari orang lain, ini bisa jadi masalah bagi Anda.

Manakah yang paling mungkin untuk dapat Anda closing?

Yaps, betul. Fokuslah pada nomor 3. Inilah yang dinamakan dengan Keberatan Skeptis. Mereka mungkin belum teredukasi dengan manfaat-manfaat dari produk yang Anda tawarkan. Ataupun, mereka belum melihat dan merasakan perbedaan spesifik dari produk yang Anda jual dengan produk yang dijual kompetitor.

Lantas apa yang harus Anda lakukan sekarang?

Kuncinya adalah Spin keberatan harga itu dengan hal-hal lain. Contohnya: Benefit produk, Testimoni produk, Kualitas produk ukm indonesia, Waktu, Risiko, Kompetisi, Penderitaan, Dll. Sudah Kebayang?

Hehe… Tenang saja, Saya akan memberikan contohnya agar Anda lebih mudah untuk memahaminya.

Spin ke Benefit. Contohnya: Mungkin Anda beranggapan bahwa 5 juta itu mahal. Dan bila Anda tau bagaimana persisnya benefit yang akan Anda dapatkan dari produk yang Saya tawarkan, Dalam beberapa jam mungkin Anda akan berubah pikiran. Mau dibuktikan?

Spin ke Testimoni. Contohnya: Pada awalnya Saya mengira bahwa investasi 9,9 juta itu mahal, sampai akhirnya Saya tau bahwa perubahan dan dampak positif yang akan Saya rasakan luar biasa dan lebih besar daripada Investasi yang harus saya keluarkan.

Spin ke Kompetitor. Contohnya: Ini bukanlah soal Investasi yang harus Anda keluarkan, akan tetapi soal Bagaimana Kompetitor Anda tidak lebih dahulu memakainya.
dan lain-lainnya. Saya rasa, untuk contoh lain Anda bisa membuatnya sendiri. Yaa, kan?

Nah, mulai sekarang, Saran Saya, pada saat Anda menghadapi orang-orang yang mengalami keberatan soal harga yang mahal, maka lakukan spin tersebut di atas. Tidak hanya itu, Anda juga harus memperhatikan beberapa tips menjual produk berikut ini:

Hindari memberikan informasi harga terlalu cepat. Maksudnya bagaimana? Ya. Pastikan Anda terlebih dahulu menggali keinginan, kebutuhan atau permasalahannya. Misalnya nih dengan pertanyaan, “Sebelum kita berdiskusi masalah harga, saya harus memastikan terlebih dahulu bahwa produk ini tepat untuk Anda. Boleh?”. Atau bisa juga: “Sebelum itu, Ijinkan Saya mengajukan beberapa pertanyaan. Apakah Ibu/Bapak berkenan?”

Jangan sampai Anda salah bicara mengenai soal harga. Apabila harga produk yang Anda jual rendah, itu TIDAK MAHAL, bukan MURAH. Soalnya “Tidak Mahal” artinya nilainya bagus. “Murah” artinya nilainya jelek. Jika Anda ingin mengatakan “Murah”, maka gunakanlah kata “Terjangkau”, atau boleh “Spesial”. Sudah paham, kan?

Edukasi customer secara gila-gilaan soal benefit produk yang akan Anda jual. Semakin mahal sebuah produk Anda, maka semakin banyak pertimbangan mereka untuk beli, dan anda harus semakin gila-gilaan dalam melakukan edukasi soal benefit produk yang Anda tawarkan tersebut.

 Sudah dapat gambaran Bagaimana cara menjual produk mahal?

Sadar atau tidak sadar, menjual produk dengan harga lebih mahal memang cukup menantang. Butuh edukasi yang gila-gilaan kepada calon pelanggan. Tetapi jika sudah closing karena sudah tau caranya, itu akan terasa sangat membahagiakan, bukan?

Yuks praktikkan.

Selamat Jualan!

NB:

Jika sekiranya artikel Saya ini bermanfaat untuk Anda, jangan sungkan untuk dishare ke teman-temannya. Karena ilmu akan semakin bermanfaat jika disebarluaskan. Iya, kan? By. Dewa Eka Prayoga

Untuk Lebih Jelasnya Liat Video Berikut Ini

Akhir Kata

Demikian artikel mengenai Cara Menjual Produk Mahalsemoga bisa bermanfaat. Kami berharap semoga dengan wasilah bisnis anda sekarang anda dapat menjadi pribadi yang lebih banyak lagi dan mengajak orang lain untuk menuju kebaikan.

Terimakasih sudah membaca dan menshare artikel kami tentang Cara Menjual Produk Mahal. Pastikan anda mendapatkan satu ilmu sebelum menutup halaman ini. Jika anda kembali ke web penulisngapak.com, kami pastikan anda akan mendapatkan ilmu yang lebih banyak dan lebih bermanfaat untuk anda dan orang-orang disekitar anda.

“Penulisngapak.com menulis untuk umat”