9 Contoh Cerpen Bahasa Indonesia Singkat Buat Tugasmu Cepat Kelar

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia – Berikut ini kami akan ulas beragam cerita pendek (cerpen) dengan beragam tema dan judul. Ketika anda sedang jenuh anda bisa membaca cerpen ini atau ketika anda membutuhkan ide anda juga dapat menjadikan artikel ini sebagai refrensi anda. Cerpen berikut kami persembahkan untuk anda:

Kumpulan Contoh Cerpen Bahasa Indonesia

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia Singkat

Karya : Fitrah Ilhami
Judul : Hujan dan Juni

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia Singkat Karya : Fitrah Ilhami Judul : Hujan dan Juni

Langit berwarna selaras kertas buram, seolah sengaja menyambut kedatanganmu. Tanah gersang dan tetumbuhan yang layu itu menyunggingkan senyumannya tatkala melihatmu diarak angin menuju mereka. Bagi mereka, engkaulah jelmaan kasih sayang Tuhan di muka bumi ini.

Adakah kau lihat? Bahkan penjual kacang rebus pun berharap cemas menantimu. Mungkin ada lebihan rezeki yang dia dapatkan dari pembeli yang terpaksa menepi di lapaknya setelah engkau hadir.

Dan, tatkala engkau benar-benar turun menyapa bumi, segera saja hatiku ini mengucap harap, “Tuhan sampaikan sepenuh rasa sayang ini kepadanya. Kumohon jaga dia di sana. Aku merindukannya.”

Terimakasih Hujan, karena engkau sudi singgah di hadapanku saat ini hingga rinduku untuknya benar-benar akan tersampaikan. Bukankah sabda pun menjamin, bahwa bersama luruhnya tubuhmu itu setiap do’a hamba akan terijabah?

Ah, Hujan, betapa baiknya Tuhanku, sebab kini Dia menghadirkanmu tepat di bulan Juni, bulan dilahirkannya aku ke dunia ini.

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia Singkat

Karya : Nani Hidayat
Judul : Udin Menjawab

contoh cerpen bahasa indonesia

Suatu pagi di sebuah sekolah, tepatnya di kelas 2 SD tengah berlangsung pelajaran matematika.

“Anak-anak, siapa yang tahu hasil dari pembagian 2 : 2? Hayo siapa yang bisa jawab acungkan tangan. Kalau jawabannya benar ibu ijinkan istirahat lebih awal.” Kata Bu Rini sebagai guru matematika.

“Saya Bu…” Sahut Udin sambil tunjuk tangan.

“Iya berapa jawabannya Udin?”

“Nol Bu…”

“Hmm…Salah. Ayo siapa yang lain.”

“Huuuuu…” serentak murid sekelas berteriak meledek udin.

“Ko salah Bu…! Bukannya benar jawaban saya”. Udin berkilah.

“Iyaa salah donk Udin, coba deh kamu jelaskan kenapa kamu anggap jawaban kamu benar.”

“Begini Bu, kemarin saya punya Roti dua bungkus, lalu ibu saya menyuruh saya untuk membagi roti itu kepada dua adik saya. Lalu saya bagi dua deh, satu untuk adik pertama saya dan satu lagi untuk adik kedua saya. Dan sayapun ga kebagiaan, jadi nol kan bu…!.”

🙂 ” Bu Rini hanya tersenyum manis mendengar jawaban udin.

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia Lucu

Karya : Abi Khalid Al Abdillah
Judul : Jin Koplak

contoh cerpen bahasa indonesia
Gambar Hanya Ilustrasi

Jin berkata, “Kuberi kamu tiga permintaan.”

“Ok, aku minta mobil.” jawabku.

Cliiing…. Tiba-tiba ada mobil di hadapanku. Mobil mewah Lamborghini Reventon yang seharga USD 1.600.000 kini sudah kumiliki.

Jin kemudian tersenyum manis dan berkata, “Apa lagi?”

“Rumah beserta garasinya.” jawabku.

Cliiing… Langsung tercipta rumah mewah dengan garasi yang luas.

Jin berkata lagi, “Tinggal satu permintaan lagi, apa?”

“Ok, sekarang berikan aku istri yang cantik seperti artis Korea, Jang Na Ra atau Song Hye Kyo.” jawabku antusias.

Jin mengerutkan dahinya sambil melambai-lambaikan tongkat ajaibnya. Namun, si Jin belum juga menciptakan gadis yang seperti kupinta.

Aku yang sudah tak tahan menunggu hasilnya segera angkat bicara, “Bisa kagak Jin? Lama banget sih.”

Kemudian si Jin mengayun-ayunkan tangannya, dan “cliiiiiing…”, terciptalah suatu benda. Benda itu akhirnya diserahkan padaku.

“Apa ini Jin? Aku kan minta cewek secantik Jang Na Ra atau Song Hye Kyo, kenapa kamu malah memberiku kaca?” tanyaku kesal.

Dengan tertawa sinis si Jin menjawab, “Coba kamu ngaca dulu, kira-kira kamu tepat tidak kalau disandingkan dengan gadis secantik mereka.”

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia Gokil

Karya : Ranu Sadewa
Judul : Tugas Terakhir Dari Sang Guru

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia

Aku ini pendekar, bisa di bilang pendekar sak-kit mandra guna..
Aku sedang menjalankan tugas terakhir dari guruku.

Guruku memberikan tugas ini di saat-saat terakhirnya..
Hiks.. :'(
“Cu, ada tugas terakhir yang harus kau laksanakan sebelum petugas panti jompo menjemput ku.”

“Apa itu guru!?”

“Kau harus memanjat pohon tertinggi di dunia! Cepat laksanakan! Cepattt.. Gurumu ini sudah….”

Belum usai sang guru berbicara dia suda.. Hiks..

“GURUUuuUU..!! TIDAAKKKK…!!
Hiks.. Baik guru! Huhuhu.. Aku akan melaksanakan tugas muu!”

Sudah bertahun tahun lamanya..

“KENAPA! KENAPAA! KEEE..NAA..PAAA!! kenapa tidak bisa!
Maaf Hiks.. Maaf! Huhuhu..
Maaf guru! Aku.. Aku.. Akuu.. Aku tidak bisa menyelesaikan tugasmu ini!”

Setiap kali ku mencoba memanjatnya, setiap kali kucoba tapaki pohonnya, setiap kali ku sentuh pohonnya..
Dia langsung ancur.
Kenapa guru! Kenapa..
Kenapa kau menyuruhku untuk memanjat pohon togee!!

Seketika si pendekar kejang-kejang.

Saat Membaca Contoh Cerpen Tentang Ibu. Ternyata Selama Ini Aku……..”]

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia

Karya : Lulu Wal Marjaan
Judul : Pergi Ke Kampung

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia

Katanya, ayah dan ibu akan pergi ke kampung halaman hari ini. Namun, aneh. Sebelum mereka pergi, aku melihat ada kejanggalan.

Restu, kakakku, bertanya pada ayah.

“Ayah, jam berapa berangkat ke kampung?”

Dari arah dapur ibu menimpali dengan membawa panci dan alat penggorengan.

“Kami berangkat jam sepuluh, kenapa emang?”

Melongo aku mendengar jawaban ibu.

“Ya élaah, Ibu … segitunya. Salah yak, saya bertanya?” Nampak geram kakakku menjawab.

“Sssstt … berisiiik,” ayah keluar dari kamar dengan memakai celemek juga topi ala koki.

Whatsss? Semakin melongo aku melihat ayah berdandan begitu.

“Lho … kok Ayah tidak siap-siap? Katanya mau ke kampung? Ibu juga, malah bawa panci,” tanyaku heran tingkat dewa.

“Lha wong kami mau ke kampung halaman tetangga kok. Ada lomba masak di sana,” jawab ibu santai.

Aku dan kakakku hanya saling pandang.
Grrrr ….

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia

Karya : Nouvha LeviRiond
Judul :  Cinta Ditolak, Peri Bertindak

contoh cerpen bahasa indonesia.jpg

Ada seorang pemuda yang selalu hidup sendirian. Dia begitu kesepian dengan kehidupan jomblonya. Hingga dia menemukan seseorang yang membuatnya mampu untuk bangkit. Suatu hari pemuda itu hendak mengatakan perasaannya. Digenggamlah tangan wanita itu.

“Maukah kau menjadi istriku?” tanya pemuda itu.
Siwanita terdiam sejenak, dan dia pun berucap “Maaf, tidak bisa. Kukira kita hanya berteman.” kata siwanita yang langsung pergi meninggalkannya.

Pemuda itu lemas seketika. Tiba-tiba seorang peri datang.

“Temanku, kenapakah engkau bersedih?” tanyanya.
“Saya baru ditolak, dan dia adalah wanita kesembilan yang menolak saya.” jawab pemuda itu.
“Move on, dong! Wanita kesepuluh pasti menerima cintamu. Bagaimana jika saya bantu mencari wanita yang mau denganmu?”
“Terserah..”

5 menit kemudian…

“Bagaimana? Sudah ada wanita yang mau dengan kamu, kan?” tanya peri itu.
“Mau sih mau. Tapi bukan berarti nenek wanita itu juga kali!” keluhnya yang disodorkan seorang nenek-nenek.
“Yang penting kan ada. Cepat tembak dong!”

“Ya sudahlah. Wahai pujaan hatiku, maukah engkau menjadi penghuni pohon beringin di rumahku?” tanya pemuda itu.
“Mau bang!” jawab sinenek lemah gemulai.
“Astaga, apa memang gak ada wanita lain di dunia ini? Pasrahlah yang penting Aku Ra Po Po…” gumamnya bersyukur.

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia

Karya : Arev Culle’
Judul : RINDU

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia

Selamat sore para butiran debu di Galaxy Bimasakti yang terjatuh dan tak bisa bangkit lagi.

Apa kalian tau rasanya rindu tak terbalas? Bagai mules tanpa toilet. Kemana harus kusalurkaaaan? *perasaan hangat mulai merasuk di celana bagian belakang.

Rindu itu kejam, selalu bertambah tapi tak pernah berkurang. Sama seperti hutang. Membuatku gali lobang tutup lobang. Meninggalkang kutang untuk dikenang.

Rindu itu tak pernah berubah. Selalu membuatku gelisah. Geli geli basah. Bagai kentut pake kuah.

Rindu… mengapa rindu hatiku tiada tertahan? Kau tinggalkan aku seorang *aduh ketularan Saipul Jamil.

Aku rindu kamu yang selalu mengisi kekosongan. Yang datang disaat aku membutuhkan. Yang selalu aku tunggu setiap bulan.

Aku rindu kamu… oh gajian….

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia Fiksi

Karya : Elisa D.S.
Judul : Teror Titik

contoh cerpen bahasa indonesia.jpg

Di suatu pagi yang mendung, awan kelabu menggantung di atas burung-burung. Putri Elisa berjalan di tepi hutan tanpa pengawal. Saat menikmati hijaunya alam, Putri menemukan teko yang sudah berkarat.

Putri Elisa mengambil teko tersebut. Dia membersihkan sisa tanah yang menempel dengan tisu wangi yang selalu dibawanya setiap hari.

Dan tiba-tiba …. “Kah … kah … kah ….” Sosok tinggi besar, berkulit hitam tanpa noda putih, muncul dari dalam teko.

“Siapa kamu?” tanya Putri tanpa gentar.

“Saya Om Jin Noerdin, Putri. Sebagai rasa terima kasih karena telah membebaskan saya, satu permintaan Putri akan saya kabulkan.”

“Kok cuma satu? Biasanya kan tiga ….” tawar Putri Elisa.

“Maaf, Putri. Karena obrolan kita dibatasi maksimal 200 kata, jadi ya … hanya satu saja.” Om Jin Noerdin tak mau kalah.

“Baiklah … aku ingin menang dalam kontes KAMMImenulis di negeri Kita Butuh Mimpi.”

“Gampang. Saya akan singkirkan saingan Putri dengan mengganti semua tombol keyboard menjadi titik. Biar semua tulisan yang keluar hanya titik. Diawali dan diakhiri dengan titik.”

“Caranya bagaimana?” tanya Puteri.

“Saya akan culik Si Diyan, dan memaksanya untuk menebar teror titik. Kah … kah … kah ….”

Akhirnya, negeri Kita Butuh Mimpi berhiaskan titik di semua tempat. Dan Puteri Elisa keluar menjadi juara.

Jumlah kata: pas 200 kata tidak termasuk judul.

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia

Karya : Ie Fa
Judul : Pedas!

contoh cerpen bahasa indonesia.jpg

Dari dulu gue anti banget sama rasa pedas. Jadi, kalo mau makan gado-gado, rujak, nasi goreng, bakso itu cabenya satu. Eh, yang bakso nggak, ding!

Biasanya kalo nyoba cabe dua, mulut gue gak bisa diem, maunya minum terus. Apalagi yang dingin-dingin. Kata orang, kalo kepedesan jangan minum air dingin, air anget aja!
Pernah gue kepedesan! Gue langsung nyari air panas. Mulut jadi kepanasan! Terang aja, air dari termos gue minum.

Waktu tetangga gue masak bebek dibumbuin cabe ijo. Gue sebagai tetangganya kebagian dong. Baik bener, deh! Nggak nyesel tetanggaan ama die.
Waktu gue buka. Hmm … menggoda iman yang lagi puasa.

Tuh bebek dibumbuin cabe ijo, gue pikir kagak pedes-pedes amat. Nggak taunya … Gila! Pedes banget! Bibir jadi dower! Apalagi makannya pake tangan. Tangan juga ikut-ikutan dower! Keringat keluar semua. Muka jadi merah. Biasanya kalo muka gue merah, keliatan lebih cantik. Bersemu merah katanya! Kata nenek gue, sih. Udah gitu hidung jadi meler, keluar ingusnya. Lunturlah cantiknye.
Sial bener nih bebek. Menggoda yang …

Lalu, gue bilang sama die. Kalo masak jangan pedes-pedes. Gue kagak bisa makan! Besoknya, gue request, cabenya satu aja! Besoknya dan besoknya, itu tetangga kagak pernah lagi bagi-bagi makanan ke gue!

—apes—

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia

Karya : Tuti Alawiyah Huurul’Ayn
Judul : Serba Salah

contoh cerpen bahasa indonesia.jpg

“Hei …!! Pak Anang datang …!!!”
Reni yang baru saja keluar kelas tiba-tiba datang kembali dengan langkah cepat. Sontak kami yang sedang sibuk mengerjakan PR di meja orang lain buru-buru kembali ke bangku masing-masing.
“Cepat kumpulkan PR-nya !” Seru Pak Anang dengan lantang, terpaksa aku mengumpulkan jawaban PR Matematika yang belum selesai itu bersama dengan milik yang lain.
“Oke sekarang, kita beralih pada materi persamaan linear dua variabel …!”
Pak Anang mulai menuliskan materinya di papan tulis, dan seperti biasa ia akan membuat contoh soal lalu menyuruh kami menjawabnya.
“Jadi x-nya berapa ?!”
“Dua puluh tiga …”
Firda yang duduk di bangku depan, tepat berhadapan dengan meja guru itu menyahut.
“Dua puluh tiga dari mana, haahh …??!” suara Pak Anang menggelegar.
“Berapa x-nya ?!!” tanya Pak Anang lagi.
“Tiga … puluh …” salah seorang dari kami menjawab dengan suara mencicit, sampai aku tidak bisa memastikan suara siapa itu.
“Berapa …?? Yang keras jawabnya !!!”
Selang 30 menit kemudian …
“Ah … jam berapa sekarang ?” tanya Pak Anang, seraya mengecek hp-nya.
“Jam 10.00, Pak …”
“Siapa itu yang jawab jam 10.00 ??!! Mau nipu Bapak, hahh ?!!”
Dan semua orang mengarahkan telunjuknya kepadaku.

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia Singkat

Karya : Fitrah Ilhami
Judul : Janji

contoh-cerpen-bahasa-indonesia-singkat
http://astitbercerita.blogspot.co.id/

Kelak, akan ada segolongan orang yang sangat takut makan ikan lele. Dan salah satu dari segolongan orang tersebut adalah Rahmawati, temanku sendiri.

“Gak mau.” Rahmawati menutup mulutnya dengan gesit setelah kusodorkan padanya sepiring lele goreng, lengkap dengan sambal tomat.

Aku mengernyit, “Loh, kenapa ndak mau? Ini enak banget.”

Rahmawati menggeleng. “Pokoknya gak mau. Kenapa sih kamu kok beli lele? Kan, banyak ikan lain di pasar.”

Oh, iya, biar kuterangkan terlebih dahulu. Aku dan Rahmawati saling kenal dan akrab semenjak bekerja di pabrik yang sama. Untuk menekan biaya hidup, kami berinisiatif menyewa kamar kos secara patungan. Nah, untuk masalah perut, kami membagi tugas; tujuh hari di minggu pertama aku yang masak, tujuh hari di minggu berikutnya bagian Rahmawati yang masak. Begitu terus hingga hari-hari dalam satu bulan, habis. Minggu ini giliranku yang masak.

“Memangnya kenapa kok kamu gak mau makan ikan lele?”

“Kamu lupa, ya?” timpal Rahmawati. “Aku ini orang Lamongan, Rin.” Imbuhnya.

“Lah, iya, memangnya kenapa dengan orang Lamongan? Kok sampai begitu banget lihat lele?” tanyaku masih bingung.

Sejenak kudapati Rahmawati melirik gorengan lele yang baru kumasak. Antara takut dan jijik. Setidaknya begitulah aku menebak makna dari tatapan teman sekosku tersebut terhadap lele goreng yang terhidang di hadapannya.

“Begini…”

Lalu meluncurlah dari bibir Rahmawati, sebuah legenda… Legenda yang dituturkan secara turun-temurun hingga hinggap di ruang dengar Rahmawati, yang membuatnya enggan untuk menyantap ikan lele. Selamanya…

***
Suatu malam, di samudra lepas, berabad yang lalu…

Sebuah kapal kayu terombang-ambing oleh ombak raksasa yang bergulung-gulung. Badai hujan menyambar, petir berkilat, membuat langit terang sejenak, bergemuruh, kemudian gelap kembali. Di dalam kapal kayu, terdapat lima awak. Satu dari lima awak tersebut adalah seorang tetua yang membabat alas tanah Lamongan.

Beberapa waktu berlalu, laut belum juga bersahabat. Malah, kini ombak kian menggunung, lantas gunungan air tersebut luruh dengan cepat dan menghajar lambung kapal. Tubuh kapal tersentak hingga seluruh awak di dalamnya terjengkang.

Dengan cekatan nahkoda kapal bangkit kembali dan menahan kemudi. Ia menatap pias gunungan ombak tersebut. “Kita tak akan selamat dari badai ini.”

Terang saja ucapan nahkoda kapal membuat penumpang lain menggigil menahan takut. Kapal kayu ini tak akan bisa bertahan lama jiika dihantam ombak mengerikan ini terus-terusan, logika mereka membenarkan ujar sang nahkoda.

Dan benar, kapal kayu itu sempurna terbalik setelah digulung ombak yang semakin menggila. Tak sampai hitungan detik, ribuan liter air laut sudah menyumpal seluruh isi kapal. Badan kapal retak dan sekejap kemudian sigar menjadi dua. Kelima awak kapal tercerai-berai. Tak ingin mati karena banyak menenggak air laut, masing-masing dari mereka mencoba keluar dari dalam kapal dengan berenang. Kelihaian dalam mengarungi lautan selama bertahun-tahun, membuat mereka tak kesulitan untuk melepaskan diri dari dalam tubuh kapal yang kini sudah tertelan dasar samudra.

Sialnya, di luar sana, keadaan semakin rumit bagi kelima awak kapal, sebab alam belum juga berbelas kasih kepada mereka. Ombak kian ganas. Kali ini tak ada tempat untuk bernaung dari gulungan badai. Kilat kembali menyala, kilaunya seolah blitz kamera yang sedang memotret kejadian menegangkan ini. Langit menggelegar. Jutaan air langit menumbuk permukaan lautan dengan tajam. Terlihat satu-dua di antara mereka tenggelam, lalu muncul lagi dengan menyemburkan air laut dari mulutnya.

Situasi makin mencekam…

Andai keadaannya normal, pasti kelima awak kapal itu bisa bertahan di atas lautan dalam waktu yang lama walau hanya dengan mengayuh kaki di air. Mereka pelaut handal. Namun, badai besar itu benar-benar membuat daya tahan tubuh mereka terkuras lebih cepat. Entah, tiba-tiba saja kelima awak kapal yang kini sempurna tercerai-berai itu, mempunyai firasat yang sama: Mereka akan mati di sini, di laut ini.

Akan tetapi, sepersekian detik sebelum semua awak kapal itu memutuskan menyerah untuk bertahan hidup, tetua tanah Lamongan melihat seekor ikan lele bertubuh besar berenang menghampirinya. Dan anehnya, lele tersebut bisa berbicara dalam bahasa manusia!

“Naiklah, aku akan menolongmu.” Tawar si ikan lele.

Tanpa berfikir dua kali, juga tanpa satu kata pun, tetua tanah Lamongan itu mengamit tubuh si ikan lele, lantas keduanya berenang menuju awak kapal yang lain. Singkat cerita, mereka pun selamat… Ya, mereka semua bisa mencapai daratan dengan selamat lantaran bantuan si ikan lele.

Di bibir pantai…

Sebelum si ikan lele penolong itu kembali menuju perairan, tetua tanah Lamongan mendekapnya dan berkata, “Terimakasih banyak atas bantuanmu.”

“Sudah kewajiban bagi makhluk Tuhan, untuk menolong makhluk yang lainnya, bukan?” Jawab si ikan lele.

Dekapan tetua tanah Lamongan terhadap si ikan lele semakit rapat. Butir-butir air bening menyurak dari kelopak mata tetua tanah Lamongan. “Karena kau telah sudi menolong kami, maka aku berjanji mulai detik ini, aku dan seluruh anak keturunanku di Lamongan kelak, tidak akan pernah memakan daging seluruh anak keturunanmu, Ikan Lele. Aku berjanji.”

Si ikan lele menggangguk, lantas berbalik, pergi menuju lautan luas…

***
Aku terkesima mendengar penjelasan Rahmawati tentang legenda ikan lele. Meski belum benar-benar yakin dengan adanya ikan lele yang bisa hidup di air asin.

“Nah, seperti itu… Kau boleh percaya atau tidak,” ujar Rahmawati menggebu-gebu. “Dulu, tetanggaku pernah mencoba makan ikan lele. Eh, besok harinya tubuhnya gatal-gatal. Orang-orang bilang, bahwa dia terkena karma karena telah melanggar janji nenek moyang orang Lamongan terhadap nenek moyangnya ikan lele.”

Aku manggut-manggut.

“Lagi pula, kau tahu kan, kalau ikan lele itu makannya apa?” Rahmawati menyorongkan mukanya padaku. Dan tanpa menunggu jawabanku, ia kembali berseru, “Ikan lele itu suka makan eek manusia. Ya, pastinya jijik dong kita-kitanya makan daging lele.”

Bulu romaku begidik geli.

“Tapi kenapa banyak orang Lamongan yang malah jual pecel lele?” tanyaku penarasan. Harusnya, kalau sudah janji gak mau makan daging lele, orang Lamongan juga gak boleh membunuh, apalagi diperjual-belikan ikan lele.” Imbuhku kritis.

Rahmawati terlihat kebingungan menanggapi pertayaanku. “Ah, sudahlah, aku mau kerja dulu.” Katanya sambil menenteng tas kulit miliknya. Hari ini kami berbeda jam kerja, Rahmawati masuk pagi, aku malam.

“Jadi kau benar-benar tak mau makan lele sambal ini?” tanyaku.

“Kamu makan semua aja, biar aku beli makan di kantin saja. Aku gak mau tubuhku gatal-gatal gara-gara makan ikan lele.” Sahut Rahmawati, sembari menganyunkan langkahnya pergi meninggalkanku.

***
Dua minggu selanjutnya…

“Eh, Rin, kamu kemarin masak ikan apa? Enak banget.” Ucap Rahmawati kepadaku di pagi hari. Roman wajahnya terlihat sumringah.

“Maksudnya?” aku bertanya balik.

“Haduh, itu loh, kemarin, kan, kamu masak ikan yang dipotong kecil-kecil, terus dikasih sambal kecap.” Jawabnya, kelihatan tak sabaran.

“Oh, yang itu…”

“Iya yang kemarin itu. Enak banget. Minggu depan masak ikan itu lagi ya, Rin?” cerocos Rahmawati. “Ikan apa yang kemarin kamu masak itu, Rin?” tanyanya penasaran.

“Ikan lele yang sudah kucincang-cincang.” Kataku datar.

(TAMAT)

****
Lamongan adalah nama kota di daerah Jawa Timur. Berbatasan dengan Gresik dan Bojonegoro. Soto Ayam Lamongan, adalah nama makanan khas dari kota wali ini.

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia Singkat

Karya : Fitrah Ilhami
Judul : Pohon Mangga

Contoh Cerpen Bahasa Indonesia Singkat Karya : Fitrah Ilhami Judul : Pohon Mangga

Pada malam hari, di dalam sebuah rumah, seorang lelaki sedang mengupas mangga hasil mencuri di pohon milik tetangganya, sore lalu. Sambil bersiul-siul ia mengiris mangga tersebut, hari yang baik, pikirnya. Sejurus kemudian, lelaki itu pun menyantap buah segar kaya serat tersebut dengan girang. Nyam… nyam… nyam…. Namun, sebelum akan memasukkan suapan mangga yang ketiga, lelaki itu mendengar suara pintu rumahnya diketuk dengan keras. Mendengar suara ketukan tak ramah itu, tiba-tiba saja lelaki tersebut menjadi was-was. Dengan cemas ia menatap mangga curian yang tergenggam di tangan kanannya. Jangan-jangan?

Pintu diketuk lagi… kali ini dengan ketukan lebih keras dan cepat, seolah si pengetuk pintu memberikan isyarat bahwa ia sedang marah besar. Dan bertambah getirlah nyali lelaki tersebut.

“Si… Siapa?” ragu-ragu lelaki itu bersuara.

“Aku. Malaikat Izroil.” Jawab si pengetuk pintu, tegas.

Lelaki itu mengelus dadanya sendiri. “Ah, syukurlah. Kukira kau Haji Romli, pemilik pohon mangga yang kucuri tadi. Silahkan masuk.”

Akhir Kata

Demikian artikel mengenai Contoh Cerpen Bahasa Indonesia, semoga bisa bermanfaat. Jika anda membutuhkan artikel tentang contoh cerpen atau puisi silahkan cari di website ini.

Terimakasih sudah membaca artikel kami tentang Contoh Cerpen Bahasa Indonesia. Pastikan anda mendapatkan satu ilmu sebelum menutup halaman ini. Jika anda kembali ke web penulisngapak.com, kami pastikan anda akan mendapatkan ilmu yang lebih banyak dan lebih bermanfaat untuk anda dan orang-orang disekitar anda.

“Penulisngapak.com menulis untuk umat”

Leave a Comment