Rendang Nendang

Tiba di tempat hajatan, setelah selesai mengisi buku tamu dan bersalaman Udin langsung menuju meja perasmanan. Banyak sekali makanan yang disajikan, saking banyaknya Udin langsung memilih rendang daging sapi yang terlihat sangat lezat.

Setelah bolak-balik pilih daging, akhirnya Udin memilih daging rendang yang paling besar. Mata Udin melihat sekeliling, mencari bangku kosong untuk memulai makan, kebetulan ada bangku kosong dekat seorang tamu perempuan cantik.

Setelah duduk, Udin memulai menyantap nasi yang ada dipiring, terlihat Udin makan sangat lahap sekali. Udin terlebih dahulu memakan nasi putihnya, sengaja ia terlebih dahulu memakan nasi putih, Udin ingin menyantap rendang daging nanti belakangan setelah nasi putih habis.

Merasa diperhatikan oleh wanita disebelahnya, Udin hanya tersenyum, tibalah pada santapan terakhir yang tersedia didalam piring, dengan penuh nafsu dan hasrat yang menggebu Udin menggigit daging dan … kreess .. hukk, mata Udin melirik wanita Itu, ada malu di wajahnya, wanita itu heran melihat wajah Udin yang terlihat kebingungan.

“ Kenapa mas? Keras ya dagingnya?” tanya wanita disebelah
Udin, Udin menggelengkan kepalanya

“Lalu kenapa terlihat aneh wajahnya? Dagingnya tidak enak ya?” tanya wanita itu lagi

“Ini bukan daging mbak, … tapi … ini lengkuas yang mirip daging” jawab Udin malu, sambil mengepahkan lengkuas dari mulutnya.

Leave a Comment